Teknologi Otomotif

Tenaga Agresif All New Brio Lahir dari Banyak Rombakan

Ahmad Garuda    •    Selasa, 23 Oct 2018 06:48 WIB
mobil baruhonda mobil
Tenaga Agresif All New Brio Lahir dari Banyak Rombakan
Honda lakukan beberapa ubahan di sektor mesin untuk mengangkat performa All New Brio tanpa korbankan efisiensi bahan bakar. medcom.id/Ahmad Garuda

Bali: Saat melakukan pengetesan performa mesin All New Honda Brio sepanjang pekan lalu di Bali (17-19/10/2018), ada beberapa hal yang kami garis bawahi. Terutama soal performa mesin. Mobil berdimensi kecil itu, saya akui kini tenaganya lebih baik namun penyalurannya tetap berlangsung lembut alias hentakannya lebih halus.

Saat melakukan obrolan kecil dengan teknisi yang meriset langsung mobil tersebut, Large Project Leader All New Brio, Honda R&D Asia Pacific., Ltd, Tsutomu Harano, bahwa mereka memang melakukan banyak ubahan. Hal ini mereka lakukan untuk membuat performa mobil semakin baik namun tetap efisien digunakan untuk beraktifitas.

"Kami melakukan riset yang lebih lama untuk membuat performa mesinnya lebih terasa namun dari sisi efisiensi lebih terjaga. Itu adalah tugas utamaku, sehingga tujuan atau misi untuk membawa mobil ini lebih efisien bagi penggunanya juga tercapai," klaim Tsutomu.

Rombakan di Sisi Mesin

Berbicara tentang pengembangan yang mereka lakukan, di antaranya adalah mesin 1.200 cc yang menggunakan sistem i-Vtec 4 silinder dan katup tunggal, kini diekspansi pada bagian rasio katup agar lebih efisien bahan bakar. Mesin ini juga memiliki pola zigzag di struktur piston untuk proses intake lebih ringan dan cam-chain yang lebih ramping.

Untuk mengurangi jumlah emisi gas buang, dilakukan kombinasi pembuangan dari exhaust manifold (EM) dengan kepala silinder. Kemudian penempatan catalytic converter langsung berada di bawah EM, sehingga pendinginan di ruang bakar lebih optimal.

Berbicara soal teknologi i-Vtec, memang bukan lagi teknologi baru dari Honda. Namun teknologi ini masih sangat efektif digunakan untuk mobil-mobil modern. Mengingat cara kerjanya di RPM rendah yang sudah mampu membuat tenaga mobil lebih baik. Yaitu lahir dari dua katup isap dan dua katup buang per silinder.

Tak heran jika ada peningkatan performa yang lebih baik dari sisi tenaga yaitu sebesar 90 daya kuda dan gaya tarik atau torsi sebesar 110 Newton meter di posisi putaran mesin 4.800 RPM.

Sistem Transmisi
Untuk versi otomatis, mobil ini menggunakan sisten transmisi CVT yang digunakan All New Brio, memang terbukti menawarkan sistem yang halus namun tetap melahirkan gaya gravitasi yang kuat. Sistem ini didukung pompa oli yang juga mendapat perbaikan, lalu sabuk dan katrol, creep control hingga sensor kemiringan. Bahkan rasionya juga diperluas untuk membuat konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Sementara untuk versi manual, menggunakan sistem 5-percepatan, tidak terlalu banyak ubahan. Pengembangan yang dilakukan Honda termasuk di bagian komponen kopling yang menggunakan pelarut anorganik dalam proses perakitannya.


(UDA)