Industri Otomotif

Ekspor-Impor Mobil Diprediksi Naik 5 Persen Tahun ini

Ekawan Raharja    •    Senin, 04 Feb 2019 07:37 WIB
toyotaindustri otomotif
Ekspor-Impor Mobil Diprediksi Naik 5 Persen Tahun ini
Toyota Indonesia sudah melakukan ekspor ke lebh dari 80 negara. Toyota

Jakarta: Catatan ekspor mobil, khususnya merek Toyota, meraih hasil positif di 2018. Bahkan diprediksi catatan positif akan kembali berlanjut di 2019.

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMNIN) memprediksi respon positif ekspor akan berlanjut tahun ini. Diperkirakan pertumbuhannya sekitar lima persen dari torehan yang ada sekarang ini dengan kemungkinan memperluas pasar tujuan ekspor.

"Studi-studi untuk mempelajari destrinasi ekspor baru termasuk ke Australia masih terus kami lakukan. Di saat yang sama kami juga berupaya tetap fokus dalam hal menjaga kestabilan performa ekspor di negara baru tujuan ekspasi 2019 seperti Afrika dan Amerika Latin," Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono, melalui keterangan resminya.



Pria Indonesia pertama yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT TMMIN menjelaskan mobil-mobil yang di ekspor sekarang ini memiliki kandungan komponen lokal 75 persen sampai 94 persen. Sekarang ini mobil-mobil rakitan anak bangsa ini sudah dikirim ke lebih dari 80 negara di Kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah.

Selain itu ekonomosi dunia juga diakui menjadi tandangan kinerja ekspor otomotif dalam negeri. Cuma Toyota memandang daya saing industri menjadi kunci untuk bisa bertahan bahkan memenangkan persaingan.

Kemudian kunci lainnya adalah meningkatkan kandungan lokal di produk-produk yang di ekspor. Hal ini juga bisa menekan impor yang akhirnya bisa membantu kestabilan neraca perdagangan di sektor komponen otomotif yang sekarang masih menjadi perhatian pemerintah.

"Tidak ada jalan selain meningkatkan daya saing industri dalam negeri dari hulu hingga ke hilir untuk bisa mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi ekspor di Kawasan Asia-Pasific."

Strategi yang dilakukan oleh Toyota, kemungkinan besar juga dilakukan oleh beberapa pabrik lainnya yang melakukan ekspor. Sebut saja Mitsubishi, Suzuki, atau Hino yang aktif melakukan ekspor.ekawan


(UDA)