Industri Otomotif

Tarif Tol Mahal Tak Pengaruhi Penjualan Kendaraan Komersial

Ekawan Raharja    •    Rabu, 13 Feb 2019 08:33 WIB
industri otomotifhino
Tarif Tol Mahal Tak Pengaruhi Penjualan Kendaraan Komersial
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta pemerintah menurunkan tarif Jalan Tol Trans Jawa. Antara FOTO/Syaiful Arif

Jakarta: Beberapa waktu lalu ramai membahas para pengemudi kendaraan komersial yang enggan melewati tol trans Jawa karena tarifnya yang mahal. Meski demikian, kondisi itu dinilai tidak akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan komersial di Indoensia.

Direktur Penjualan dan Promosi Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wardoyo, menjelaskan hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan komersial. Bahkan menurutnya hal ini terjadi dikarenakan ruas tol Trans Jawa baru saja dibuka dan masyarakat sedang melakukan penyesuaian.

"Soal tarif logistik, saya rasa biasa saja, apapun truk tetap dibutuhkan. Tinggal bagaimana kasih solusi yang dibutuhkan," ungkap Santiko beberapa hari lalu di Hotel Aston Kuningan Jakarta.

Bahkan penyebutan tarif logistik meningkat karena melewati Tol Trans Jawa yang mahal, dinilai Santiko, masih bisa diperdebatkan. Hino juga mendapatkan banyak masukan kalau adanya Tol Trans Jawa ini bisa membuat waktu tempuh semakin singkat dan hemat bahan bakar.

"Saya pernah diceritakan pemilik truk kalau mereka bisa hemat hingga 80 kiloliter solar dan waktu tempuhnya bisa lebih cepat. Saya kira mau masuk tol atau tidak, itu pilihan dan disesuaikan dengan kebutuhan," sambungnya.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta pemerintah menurunkan tarif Jalan Tol Trans Jawa. Tarif tersebut dinilai dinilai kemahalan dan berimplikasi meningkatnya biaya operasional pengusaha truk.
 
"Kalau bisa turun 20 persen," ujar Ketua Aptrindo Gemilang Tarigan, di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bahkan Santiko pun masih tetap yakin segmen kendaraan komersial di Indonesia akan terus tumbuh. Bahkan mereka matok target di tahun ini 45 ribu unit, meningkat 12 persen dibandingkan 2018.

Demi memuluskan target kali ini, Hino akan menambah dealer mereka dari 165 cabang menjadi 188 cabang di 2019. Kemudian merek asal Jepang ini juga menpersiapkan sejumlah improvisasi produk untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan.


(UDA)