Klub dan Komunitas

Nissan Beri Wejangan ke Komunitas Sebelum Mudik

Ekawan Raharja    •    Senin, 19 Jun 2017 19:20 WIB
klub mobil
Nissan Beri Wejangan ke Komunitas Sebelum Mudik
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai perjalanan mudik. Datsun

Metrotvnews.com, Jakarta: Nissan Indonesia mengundang berbagai komunitas Nissan dan Datsun untuk berkumpul. Mereka diberikan wejangan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Produsen mobil asal Jepang ini menggelar workshop berisikan produk knowledge dan juga skill eco driving pada Sabtu (17/6/2017) di Lembur Kuring, SCBD, Jakarta. Diharapkan bekal informasi ini bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para komunitas yang hadir di acara ini.

"Dengan meningkatnya mobilitas di masa mudik, kami ingin memastikan semua pelanggan kami dapat berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman dengan aman dan nyaman. Dengan workshop ini, kami ingin membekali komunitas Nissan-Datsun dengan berbagai tips yang bermanfaat sehingga pengalaman mudik mereka menjadi lebih menyenangkan,” ujar President Director Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito, melalui keterangan resminya.

Sekitar 22 orang dari 11 komunitas hadir di acara kali ini. Mereka datang dari komunitas March-I, NJIA, ISOC, NDCI, NEC, KDGI, DGCI, ODI, Gravinci, XCI, dna NLC.

Workshop kali ini langsung dipandu oleh Trainer Nissan College Sugihendi. Dia memulai materi workshop dengan persiapan dan trik pre-inspection sebelum memulai perjalanan.

"Ada 10 aspek yang harus diperhatikan dalam persiapan, yaitu periksa ban, aki, rem, wiper, washer, oli mesin, radiator, lampu, kotak P3K, dan servis rutin secara berkala. Jika semua aspek tersebut dalam kondisi yang baik, akan membawa rasa tenang dalam perjalanan mudik,” jelas Sugihendi.

Kemudian diingat pula untuk para pemudik untuk tidak membawa barang bawaan yang tidak terlalu banyak. Kemudian para penumpang, khususnya pengemudi, juga harus menjaga kondisi fisiknya agar dapat mengemudikan mobil dengan baik dan benar.

“Perhatikan manajemen barang, pastikan semua barang dalam keadaan terikat, atau diberi jaring pengaman, usahakan barang yang berat ada di posisi bawah untuk menjaga stabilitas, dan jangan menaruh bawaan melebihi ketinggian sandaran, karena dapat mengakibatkan cedera serius saat kecelakaan,” katanya.

Terkait eco-driving skill, Sugihendi juga menghimbau agar para pemudik untuk melakukan akselerasi secara bertahap, hindari membebani mesin atau putaran mesin secara berlebihan, dan menyesuaikan cara berkendara saat menghadapi kemacetan untuk menghindari konsumsi bahan bakar yang boros.
 
“Untuk jalanan macet stop and go, injaklah pedal gas dengan sangat halus, dan apabila memungkinkan pergunakanlah hanya pedal rem saja untuk transmisi automatic dan CVT untuk mengurangi penggunaan bahan bakar,” jelasnya.


(UDA)