Komponen Otomotif

Berhubungan ke ECU, Penyebab Sabuk Pengaman Tak Dijual Bebas

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 17 Nov 2018 08:54 WIB
komponen otomotif
Berhubungan ke ECU, Penyebab Sabuk Pengaman Tak Dijual Bebas
Sabuk pengaman sangat efektif untuk mengurangi fatalitas. Medcom.id/Ekawan Raharja

Karawang: Sabuk pengaman merupakan salah satu fitur keselamatan penting di mobil. Meski demikian, komponen satu ini tidak dijual bebas dipasaran.

Sekarang ini sabuk pengaman sudah dilengkapi dengan fitur pretensioner. Sehingga pemasangannya pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

"Ini terkait dengan ECU. Jadi jika ada kecelakaan, sensor akan mengirimkan signal ke ECU. Jika ECU menilai berbahaya, maka akan mengirimkan listrik 12 volt ke pretensioner untuk bekerja," ujar Global Project Management Methods and Engineering Process Autoliv ASP Inc, Davik Nugroho, ASEAN Automobile Safety Forum 2018 di Proving Ground Bridgestone Karawang, Jawa Barat.

Terkait dengan ECU tentu tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut sistem dan kelistrikan. Sehingga ubahan ini harus dilakukan oleh pabrikan.

Selain itu Autoliv ketika membuat sabuk pengaman juga harus disesuaikan dengan mobilnya. Diperlukan waktu sekitar 2-3 tahun untuk membuat sabuk pengaman yang presisi dan tepat.

"Kita sesuaikan, misalkan panjang sabuknya, kemudian kedudukan di sesuaikan dengan kemiringan pilar B, dan hal-hal lainnya," sambungnya.

Autoliv merupakan salah satu produsen sabuk pengaman mobil-mobil di Indonesia. Sebut saja Toyota Innova, Suzuki Ertiga, atau Mitsubishi Xpander mempercayakan sabuk pengaman kemana perusahaan asal Swedia ini.


(UDA)