Industri Otomotif

Mazda Bekali Siswa Pola Bisnis Industri Otomotif Nasional

Ekawan Raharja    •    Selasa, 26 Sep 2017 09:38 WIB
mazda
Mazda Bekali Siswa Pola Bisnis Industri Otomotif Nasional
Materi mengenai pola bisnis dealership masih jarang disampaikan kepada pelajar Indonesia. Mazda

Metrotvnews.com, Tangerang: Berbagai agen pemegang merek (APM) selain memasarkan produk di Indonesia, juga kerap melakukan berbagai kegiatan sosial khususnya di bidang pendidikan. Mayoritas masih seputar pembekalan teknis soal mesin. Namun sangat jarang yang membekali mereka soal sisi bisnis. Sadar akan hal tersebut, Mazda pun melakukan sesuatu yang berbeda.

Mengingat di era sekarang ini, dunia otomotif tidak sekadar teknologinya semata. Pola bisnis yang tepat untuk pasar otomotif Indonesia juga perlu di ulas agar para siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau para Mahasiswa juga perlu diberikan pengetahuan tentang pola pasar otomotif di tanah air.

APM Mazda, PT Eurokars Motor Indonesia, melihat pengenalan pola bisnis otomotif masih kepada masyarakat, khususnya pelajar, masih jarang dilakukan oleh APM. Sehingga mereka memilih melakukan kegiatan sosial dengan topik mengenai bisnis dealership Mazda di Indonesia.

PT EMI bekerjasama dengan Association Internationale des Etudiants En Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menjalankan kegiatan ini untuk SMK 12 Kabupaten Tangerang. Mereka diperkenalkan mengenai proses penjualan mobil, penerimaan mobil yang di servis, proses perbaikan, hingga penyerahan mobil kembali kepada pelanggan.

Lebih spesifik para peserta diajarkan mengenai bisnis dealership, bisnis layanan purna jual, bisnis dan sistem body repair, sistem manajemen stok dan suku cadang, hingga membahas filosofi Mazda.

"Kegiatan ini laksanakan sebagai bentuk perwujudan visi dan misi Mazda global dan PT EMI untuk senantiasa berkontribusi kepada komunitas dimana Mazda beroperasi. Dalam hal ini di wilayah Tangerang, yang tujuan akhirnya dapat membantu memajukan kualitas pendidikan di Indonesia," ucap After Sales Director PT EMI, Igor Panjaitan, melalui keterangan resminya.

Selain di pemberikan meteri di classroom, peserta juga diajak berkeliling ke dealer langsung. Hal ini dilakukan agar siswa SMK 12 Kabupaten Tangerang bisa melihat secara langsung bagaimana cara pabrikan asal Jepang tersebut menjalankan bisnisnya.

Tentu materi yang diberikan oleh Mazda juga perlu diapresiasi karena memberikan pengetahuan di sisi lainnya otomotif. Para peserta juga diharapkan bisa memahami bahwa otomotif tidak hanya sekedar membuat mobil, tetapi juga memasarkannya agar sampai kepada masyarakat.

Tidak ada salahnya jika para pelajar di Indonesia bisa mendapatkan materi mengenai pola bisnis dealership. Jika suatu hari nanti proyek mobil nasional bisa benar-benar hadir, maka mereka bisa diandalkan untuk dapat memasarkan dan mengembangkan mobil karya anak bangsa.


(UDA)