Industri Otomotif

Pabrikan Jepang Ancam Hengkang dari Inggris

Ekawan Raharja    •    Rabu, 14 Feb 2018 14:27 WIB
industri otomotif
Pabrikan Jepang Ancam Hengkang dari Inggris
Brexit memiliki pengaruh terhadap iklim investasi di Inggris. Nissan

Jepang: Efek Britain Exit (Brexit) tampaknya berbuntut panjang. Baru-baru ini beberapa pabrikan asal Jepang berencana mundur dari tanah milik Ratu Elizabeth II tersebut.

Dikutip dari Carscoops, perwakilan Jepang di Inggris memberikan peringatan kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May. Isinya berupa rencana beberapa brand Jepang untuk mundur dari Inggris jika bisnis mereka tetap tidak menghasilkan untung.

Pernyataan sikap itu merupakan imbas kelakuan Inggris yang hengkang dari Uni Eropa. Sehingga ada kebijakan impor baru yang dianggap memberatkan industri otomotif di pulau bersejarah bagi kerajaan itu.

"Jika tidak ada keuntungan dengan melanjutkan operasi di Inggris, tidak cuma pabrikan Jepang saja yang tak bisa melanjutkan operasi," ujar Duta Besar Jepang di Inggris, Koji Tsuruoka.

Tercatat langkah Koji Tsuruoka juga diamini oleh para bos dari Nissan, Honda, dan Toyota di Eropa. Bahkan mereka juga sudah bersama-sama bertemu dengan Theresa May untuk menyampaikan keluhannya itu.

Tentu saja ancaman ini akan cukup berpengaruh terhadap industri otomotif Jepang dan Inggris. Mengingat Jepang merupakan salah satu pusat ekonomi dunia. Selain itu efek Brexit ini juga berpengaruh terhadap investasi Jepang di Inggris.


(UDA)