Tesla Motor

Jalan Terjal Tesla Motor Menguasai Industri Mobil Autonomous

Hilman Haris    •    Kamis, 03 Nov 2016 14:54 WIB
teknologi otomotif
Jalan Terjal Tesla Motor Menguasai Industri Mobil <i>Autonomous</i>
Tesla Model S

Metrotvnews.com: Mobil listrik dengan kendali autonomous dan ramah lingkungan yang dikembangkan Tesla Motor menuai kontra. Terbaru, kritik kepada Tesla Motor diberikan Otoritas Perhubungan dan Transportasi Jerman serta Belanda. 

Mereka menggangap putusan memberikan izin agar Tesla Model S mengaspal terlalu prematur. Keduanya sepakat, Tesla Model S masih harus melewati serangkaian uji keamanan. Terutama terkait kemampuan mobil canggih tersebut mendeteksi keberadaan sepeda motor.

Kecelakaan yang melibatkan Tesla Model S dengan seorang pengendara sepeda motor di Drammen, Norwegia pada 27 Juli menjadi alasan permasalahan ini diangkat. 

"Federasi Sepeda Motor Eropa (FEMA) berkoordinasi dengan Koninkljke Nederlandse Motorrijders Vereniging and the Motorrijders Actie Groep Nederland Motorcycle Clubs mengeluarkan surat resmi untuk meminta kendaraan autonomous tersebut melewati prosedur uji coba deteksi kendaraan roda dua," lansir New Atlas.

"Tindakan serupa telah dilakukan Organisasi Sepeda Motor Norwegia (NCMU). Mereka langsung mempertanyakan soal masalah itu kepada Menteri Transportasi, Ketil Solvik-Olsen dan Pendiri serta Chief Executive Officer (CEO) Tesla Motors, Elon Musk. Kecelakan di Jalan E18 Drammen memicu perdebatan ini," tambah pernyataan di New Atlas

Ini menjadi pukulan kedua yang didapat Tesla Motor pada 2016. Sebelumnya, mereka juga dihujani kritik usai sistem autopilot Tesla Model S mengakibatkan wanita asal Amerika Serikat, Arianna Simpson mengalami kecelakan di jalan bebas hambatan Interstate 5, California, AS pada April 2016.

Data yang dikeluarkan oleh peneliti transportasi di AS, John F. Lenkeit dari Dynamics Research makin menyudutkan Tesla Motor. Menurutnya, persentase Tesla Model S mengalami kecelakaan dengan kendaraan roda empat atau lebih hanya 4 persen. Namun persentase mendadak tinggi jika melibatkan sepeda motor. Menurut hasil uji coba, Dynamics Research menemukan peluang Tesla Model S terlibat kecelakaan dengan sepeda motor berada di angka 41 persen. 

Data itu yang membuat Tesla Motor langsung dihujani kritik. Faktanya mobil autonomous tak mampu membaca pergerakan sepeda motor. Ditakutkan problem serupa juga terjadi ketika bersinggungan dengan pejalan kaki.

"Lalu, apakah mobil autonomous bisa mendeteksi bola yang memantul di jalanan? Apakah mereka bisa mendeteksi seorang bocah yang mengejar bola tersebut?" tanya Cycle World.

Tesla Motor berusaha defensif. Menurut mereka, kecelakaan di California sepatutnya tidak menjadi ajang penghukuman atas teknologi kemudi autonomous Tesla Model S.

"Ini adalah kecelakaan pertama setelah sistem autonomous di seluruh Tesla Model S yang sudah dikeluarkan berjalan sejauh 230 juta km. Catatan itu lebih baik dari mobil konvensional. Di AS, mobil konvensional merenggut nyawa karena kecelakaan setiap 151 juta km per tahun. Sedangkan kecelakaan berat setiap 62 juta km," lansir Tesla Motor

"Tesla Model S akan mencocokkan pola kecepatan mobil dengan kondisi lalu lintas. Mobil juga tetap dalam jalur dan  autonomous berpindah jalur tanpa memerlukan kemudi. Selain itu, mobil secara autonomous keluar dari jalan bebas hambatan ketika destinasi sudah dekat. Teknologi ini juga memungkinkan mobil parkir secara otomatis," klaim Tesla Motor seperti dilansir situs resmi.

Apakah pernyataan itu menghindarkan Tesla Motor dari masalah? Tidak juga. Para kritikus tetap melancarkan jurus untuk menekan Tesla Motor. Salah satunya mengkritik kebijakan perusahaan yang mengharuskan pengemudi untuk mengeluarkan uang USD5000 (Rp65 juta) untuk meningkatkan beberapa sensor yang nantinya ditanam di sistem mobil. Kritik makin keras ketika tahu pemilik kendaraan juga diharuskan memperbarui perangkat lunak dengan cara unduh secara online.

"Bagaimana jika Anda terlibat dalam kecelakaan karena belum memperbarui perangkat lunak? Apakah Anda akan menjawab 'Maaf petugas. Saya tidak sadar baru memiliki versi 2.1. Saya bakal mengunduhnya lain kali.' Tidak cukup seperti itu. Kendaraan bukan video game," kritik Cycle World.


(HIL)