Teknologi Otomotif

Kian Canggih, Mobil Butuh Cyberdefense

Ekawan Raharja    •    Selasa, 27 Jun 2017 13:55 WIB
autonomous
Kian Canggih, Mobil Butuh <i>Cyberdefense</i>
Adegan zombie car dan hujan mobil dalam Fast and Furious.

Metrotvnews.com: Sebuah limousine 'dihujani' puluhan mobil yang berjatuhan dari gedung parkir di ruas jalan raya pusat bisnis. Sebelumnya sedan panjang berwarna hitam itu harus ngebut habis-habis menjauhi puluhan zombie car yang mengejar dan menghajar sepasukan polisi pengawalnya.

Fenomena 'hujan' mobil eksotis dan puluhan zombie car itu dipicu dikendalikan dari sebuah laptop dalam pesawat yang terbang sejauh ribuan meter di atasnya. Laptop tersebut milik di tangan seorang hacker anak buah teroris wanita bernama Cipher yang diperankan Charlize Theron.

Dua alenia di atas adalah dispkripsi penggalan adegan puncak dalam The Fate of the Furious, sekuel ke-8 film Fast and Furious. Adegan berbiaya lebih dari USD 800 juta itu memang sangat berlebihan, tetapi bukan tidak mungkin kelak bisa terjadi. Fakta menunjukkan pencurian mobil dengan membobol software pengendalinya sudah terjadi.

Kini semua mobil terbaru dilengkapi sistem GPS, kamera, rem dan komputasi yang mengatur kinerja mesinnya. Hampir semuanya serba terkoneksi -termasuk sistem kendali mandiri alias autonomous- bagai pedang bermata dua. Kecanggihan itu dibuat dan diterapkan demi memudahkan pengendalian serta meningkatkan faktor keamanan berkendara. Di sisi lain juga membuka celah baru mencuri mobil.  

Di dalam konferensi keamanan Defcon 2015, seorang periset mendemontrasikan mudahnya 'mencuri' Tesla Model S. Mulai dari membuka pintu, menghidupkan mobil dan melajukannya dilakukan tanpa harus menyentuh langsung mobil bermesin listrik itu. Tahun lalu FBI membekuk komplotan pencuri berlaptop yang telah mencuri 30 mobil.

Antisipasi terhadap aksi serangan cyber inilah yang menjadi salah satu agenda Escar USA Conference di Detroit, Amerika Serikat (AS), pekan lalu. Software anti virus, ransomware, malware dan pembajakan khusus untuk kendaraan bermotor bernama Symbiote for Automotive Defense diperkenalkan oleh Red Balloon Security.

Nilai lebih Symbiote adalah bersifat add-on dan compatible dengan semua operating systems sehingga bisa diaplikasikan ke semua merek dan tipe mobil. "Kami akan selalu memperbaharui Symbiote agar semakin mampu mencegah serangan jarak jauh, " kata CEO Red Balloon Security Ang Cui, sebagaimana dikutip dari cnet.com

 


(LHE)