Kegiatan Otomotif

Cara Unik Shell Antisipasi Krisis Energi

Ahmad Garuda    •    Kamis, 05 Oct 2017 11:10 WIB
kegiatan otomotif
Cara Unik Shell Antisipasi Krisis Energi
Salah satu karya mahasiswa yang tampil di ajang SEM. Shell

Metrotvnews.com, Jakarta: Krisis energi yang mulai terjadi di berbagai belahan dunia, membuat banyak perusahaan energi di negara-negara berkembang mulai getol berkampanye. Shell salah satunya. Mereka bahkan melakukan roadshow ke kampus, bersama mahasiswa mencari solusi terbaiknya.

Ambisi Shell bakal terwujudkan pekan ini melalui acara bertema 'Shell Campus Week'. Acara ini merupakan sebuah festival terbuka untuk umum yang bertujuan memperkenalkan Shell Indonesia sebagai perusahaan energi yang peduli pada isu energi masa depan. Ada juga mobil ramah lingkungan yang pernah diciptakan mahasiswa Indonesia.

Festival yang akan berlangsung pada 10 – 11 Oktober 2017 mendatang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung - Jawa Barat. Festival ini akan menghadirkan Container of Possibilities (CoP) yaitu sebuah kontainer miniatur tempat tinggal dengan berbagai teknologi yang efisien dalam penggunaan energi.

”Melalui acara ini kami ingin memberikan gambaran mengenai komitmen Shell untuk membantu dunia memenuhi kebutuhan energi. Antara lain dengan menampilkan mobil-mobil hemat energi buatan para mahasiswa dari Bandung yang pernah menjadi juara di perlombaan Shell Eco-marathon (SEM) sebelumnya. Juga yang akan mengikuti Shell Eco-marathon Asia 2018 mendatang,“ klaim GM External Relations PT Shell Indonesia, Haviez Gautama.

Tahun ini, tim mahasiswa ITB kembali akan ikut serta pada SEM Asia 2018 yang akan berlangsung di Festival “Make The Future Singapore 2018”. Salah satu tim mahasiswa dari ITB yang akan mengikuti ajang ini adalah Tim Rakata Etanol. Karya mereka yaitu mobil kategori Prototype berbahan bakar etanol.

"Kami membawa mobil baru menggunakan rangka berbahan Chromoly yang dinilai lebih kuat. Lalu ada sistem kemudi baru yang nantinya memudahkan pengemudi berkendara di tikungan lintasan lomba. Kami coba untuk membuat sistem kemudi baru untuk mobil ini," ujar Manager Tim Rakata Etanol ITB, Reza M. Ghifarry.

Reza melanjutkan bahwa mobil tersebut sudah mereka siapkan sejak 10 bulan lalu dan saat ini sudah mencapai 80 persen. "Kami harapkan November nanti bisa kami uji cobakan di sebuah ajang serupa di Indonesia.”

Tantangan terbesarnya adalah adalah penyesuaian mesin dan ketersediaan etanol itu sendiri. Sebab  etanol bukanlah bahan bakar yang banyak digunakan pada kendaraan umum. “Kami memilih etanol sebagai bahan bakar untuk mobil ini, karena kami ingin menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengembangkan energi terbarukan di masa depan.”


(UDA)