Gaikindo dan Mercedes Diminta Cari Jalan Tengah

   •    Jumat, 23 Feb 2018 19:28 WIB
mercedes-benz
Gaikindo dan Mercedes Diminta Cari Jalan Tengah
Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra. Foto: Dok. DPR

Jakarta: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diminta mencari jalan tegah terkait pemecatan Mercedes Benz Distributions Indonesia (MDBI) sebagai anggota Gaikindo. Keduanya diharapkan menemukan kesepakatan bersama antara perusahaan dengan asosiasi.
 
Anggota Komisi VI Eka Sastra mengatakan, setiap perusahaan memiliki aturan main sendiri, begitu juga dengan asosiasi.
 
"Apakah aturan asosiasi mempersyaratkan data-data dikumpulkan? Kalaupun dikumpulkan, harus ada aturan agar datanya tidak disalahgunakan, karena itu terkait strategi perusahaan yang antimonopoli," kata Eka, Jumat, 23 Februari 2018.
 
Legislator Golkar itu optimis masih ada peluang menyelesaikan masalah pemecatan MDBI secara kekeluargaan. Sebab menurutnya, tiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang berbeda, juga dibarengi standar aturan global. Sehingga asosiasi harus menghormati betul aturan global perusahaan.
 
Terkait pengaturan harga maupun praktik monopoli, Eka menyebut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baru bisa masuk jika ada indikasi pelanggaran persaingan usaha. Saat ini KPPU baru bisa melihat harga di pasaran, atau membandingkan harga di dalam dengan luar negeri.

Baca: Mercedes-Benz Sesalkan Pemecatan darI Gaikindo 

"KPPU tidak bisa masuk. KPPU bertindak kalau ada indikasi pengaturan harga, dan persaingan usaha tidak sehat," tuturnya.
 
Eka mengakui kurang mengikuti isu ini. Namun untuk mengetahui adakah pengaturan harga, caranya sangat mudah. Dengan mengkaji data harga penjualan dan dibandingkan dengan pasar luar negeri.
 
"Semua harga terkait kebutuhan konsumen itu harus kita bandingkan antar produk, antar kawasan. Kalau ada sesama produk ada kesamaan berarti kita bisa menganalisis lebih dalam sehingga mengetahui. Atau harga di dalam dengan di luar negeri beda sedikit, tentu perlu kita dalam untuk mendapat kebenaran," tukasnya.
 
Mercedes-Benz dipecat secara tak terhormat dari keanggotaan Gaikindo. Surat pemecatan dikirim 15 Februari 2018.
 
Surat bernomor 23/PG/II/2018 yang ditandatangai Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, itu menyebut Mercedes-Benz Indonesia bukan lagi anggota Gaikindo sejak 15 Februari 2018. Penyebabnya, Mercedes-Benz tidak memberikan data penjualan kepada Gaikindo.




(FZN)