Test Drive

Jajal Mitsubishi Xpander, Tetap Nyaman dengan Beban Penuh

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 16 May 2018 15:06 WIB
mitsubishi
Jajal Mitsubishi Xpander, Tetap Nyaman dengan Beban Penuh
Perjalanan luar kota pakai Xpander nyaman untuk keluarga. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Mitsubishi Xpander jadi idola baru untuk segmen Low MPV Indonesia saat ini. Mobil yang dikenalkan Juli 2017 lalu ini sudah mampu menyingkirkan Toyota Avanza sebagai mobil terlaris di tanah air.

Jika kami beberapa waktu lalu sempat melakukan test drive atas undangan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, kali ini kami mengujinya sendiri, dengan total jarak tempuh 1.200-an kilometer.

Kali ini berbeda, karena kami mengujinya dengan muatan penuh dengan total penumpang sejumlah enam orang termasuk pengemudi dan seorang balita, serta seabrek barang bawaan. Bagaimana impresinya? Simak ulasannya disini.

Eksterior Interior
Mulai dari desain, Xpander tampil fresh dan berbeda dari kompetitor kebanyakan. Paduan MPV dengan SUV saat ini belum ada yang menyamakan. Desain yang tak jauh beda dari versi konsepnya jadi daya tarik tersendiri.

Postur Xpander secara fisik saja sudah terlihat lebih besar dari pemain sekelas. Dimensinya 4.475 mm x 1.750 mm x 1.700 mm (PxLxT). Sumbu rodanya sendiri mencapai 2.775 mm. Hal ini membuat kabin juga lebih lega.

Lampu depan yang ada dibumper jadi hal yang baru, meski sudah banyak digunakan pada mobil-mobil diluaran sana. Sedangkan lampu belakang LED yang terdapat pada D nampak cantik saat menyala dimalam hari.

Masuk dalam kabin, desainnya terasa mewah dengan aksen jahitan pada dashboard. Ya meski ini hanya jahitan palsu karena dashboard terbuat dari material plastik, setidaknya ada usaha untuk memberi kesan ala mobil premium.

Lalu layar audio dengan layar sentuh cukup informatif, audio steering switch juga terhubung untuk mengubah volume dan frekuensi radio. Konektifitas Bluetooth, USB, AUX bisa Anda gunakan selama perjalanan.

Unit yang kami gunakan adalah tipe Ultimate, yang merupakan tipe tertinggi.Tipe ini usung kabin berwarna beige, yang menurut kami mudah kotor. Terbukti pada jok sudah terdapat bercak-bercak noda, tentu akan lebih baik jika diberi sarung dengan warna senada.

Untuk kemampuan membawa barang, kami melipat satu jok baris ketiga untuk menampung lima tas, sebuah koper dan beberapa bawaan lainnya. Ditiap baris kursi juga terdapat konsol untuk menyimpan botol dan konsol tengah yang cukup dalam untuk menyimpan barang kecil.

Fitur
Xpander cukup lengkap dalam hal fitur yang diusungnya, mulai dari dual SRS airbag, hill start assist, ASC (Active Stability Control), ABS, ESS (Emergency Stop Signal), seat belt reminder hingga isofix. Sayangnya auto door lock tak ada, jadi Anda harus mengunci pintu secara manual.

Impresi Berkendara
Kerap menggunakan mobil kompetitor, kami merasakan banyak perbedaan saat berkendara. Kabin kedap, jelas jadi kesan pertama yang kami rasakan. Suara mesin nyaris tak terdengar, justru road noise saat kecepatan tinggi yang masuk kabin.

Posisi duduk sangat fleksibel, Anda bisa mengatur tinggi jok, maju-mundur dan sandarannya. Meski tinggi bisa diatur, kami tetap merasakan posisi duduk tetap rendah pada posisi tertinggi, lagi-lagi jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya, Toyota Avanza.

Lingkar kemudi juga bisa disesuaikan karena sudah teleskopic dan tilt steering. Jok Xpander terasa empuk dan tebal di semua baris kursi, jelas ini menambah kenyamanan untuk pengemudi dan seluruh penumpang.

Berkendara lewat jalan tol Cipali yang di beberapa titik bergelombang, suspensi terasa empuk. Dengan beban penuh, tak ada gejala suspensi mentok seperti halnya Toyota Avanza. Penumpang baris ketiga pun merasa lebih nyaman.

Suspensi Xpander sendiri memang empuk, buktinya saat kondisi macet stop and go, mobil akan mudah bergoyang-goyang ketika menginjak gas dan rem. Tapi menariknya, dipakai menikung dengan kecepatan agak tinggi, mobil ini minim gejala limbung.

Soal suspensi ini, Mitsubishi sempat menyebutkan kalau mereka menggunakan teknologi dari Lancer Evo X. Suspensi belakang menggunakan konstruksi yang sama, namun disesuaikan dengan penggunaan pada mobil MPV.

Performa
Dengan dukungan mesin 1.500 cc, MIVEC bertenaga maksimum 102 hp pada 6.000 rpm. Meski demikian, untuk ukuran mobil keluarga, torsinya cukup besar yaitu 141 Nm pada 4.000 rpm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi otomatis empat percepatan, untuk tipe Ultimate.

Dengan torsi besar, mobil ini terbilang gesit saat berakselerasi. Beban bawaan yang cukup berat tak mempengaruhi performanya. Kami pun sempat menjajal mobil ini melewati sebuah tanjakan terjal, dengan memposisikan tuas transmisi di posisi L, tanjakan mudah dilibas.

Meski menggunakan tarikan depan, Xpander mampu menepis anggapan kalau mobil tarikan depan akan sulit melibas tanjakan. Kuncinya adalah berakselerasi dengan lembut untuk tetap mendapatkan traksi sekaligus menghindari roda spin.

Konsumsi bahan bakar yang mampu kami catatkan juga terbilang memuaskan. Lewat layar MID, kami melakukan dua kali pengukuran. Hasilnya adalah 13,5 km/liter. Gaya berkendaranya normal dan terkadang agresif.

Kesimpulan
Xpander sebagai pemain paling muda di segmen Low MPV membuat sebuah standar baru yang cukup tinggi untuk para kompetitornya. Mau tak mau, merek lain pun harus berbenah dan mengikuti standar baru tersebut.

Beberapa hal yang jadi kekurangan seperti warna interior yang mudah kotor dan tak adanya auto door lock tak begitu berpengaruh untuk sebagian besar konsumen. Harga tipe Ultimate kini ada di angka Rp250,4 juta berdasarkan situs resmi Mitsubishi.


(UDA)