Mobil Baru

Fleksibilitas jadi Kunci Pengembangan Lamborghini Urus

Ekawan Raharja    •    Minggu, 30 Dec 2018 07:15 WIB
mobil barulamborghini
Fleksibilitas jadi Kunci Pengembangan Lamborghini Urus
Lamborghini Urus sudah mengaspal di Indonesia. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Lamborghini baru-baru ini mengeluarkan Urus sebagai produk terbarunya. Jika sebelumnya Banteng Ngamuk ini menghadirkan supercar, maka Urus memiliki karakteristik yang jelas-jelas berbeda.

Untuk model Aventador dan Huracan, jelas keduanya menganut model supercar dengan dua pintu, dan hanya muat dua penumpang. Sedangkan Urus hadir dengan model sport utility vehicle (SUV) dengan lima penumpang.

CEO Asia Pacific Automobili Lamborghini S.Pa, Matteo Ortenzi, menjelaskan Lamborghini masuk ke segmen SUV untuk menawarkan fleksibilitas. Sehingga pemiliknya bisa lebih leluasa untuk berpergian.



"Sekarang kami menawarkan sesuatu yang lebih murah hati, bukan hanya karena kapasitasnya saja yang lebih besar. Ini juga menawrkan fleksibilitas untuk keperluan mobilitas," ucap Matteo Ortenzi kepada Medcom.id.

Meski begitu, Urus tidak meninggalkan sensasi mengemudi khas si 'Banteng Ngamuk'. Tenaga yang besar tetap menjadi menu utama dan bisa diandalkan untuk beberapa medan non aspal.

Melihat ke bawah kap mesin, terbaring mesin 4.000 cc twin-turbo V8 dengan hentakan tenaga tak kurang dari 650 daya kuda dan torsi 850 nm. Efeknya si Banteng Ngamuk ini sanggup berakselerasi 0-100 kilometer per jam (kpj) dalam tempo 3,6 detik, dengan kecepatan puncak lebih dari 305 kpj.

Urus menjadi model pertama yang ditawarkan dengan bekal teknologi Turbo. Berbeda dengan Aventador atau juga Huracan yang masih mengandalkan mesin naturally aspirated atau mesin non turbo.

"Tantangan untuk mobil ini berbeda, secara teknis harus bisa berpindah tempat dengan cepat meski beban mobil ini mencapai 2,2 ton. Untuk melewati semua rintangan yang ada denga cepat, maka anda memerlukan torsi yang besar di putaran mesin bawah."

Konsumen di Indonesia sudah bisa meminang mobil ini dengan harga dasar Rp8,5 miliar, belum termasuk personalisasi. Konsumen juga harus bersabar menanti karena harus menunggu 7-8 bulan untuk memiliki mobil ini.

Bicara soal siapa pesaing ril dari SUV dengan tenaga besar ini, tentu akan cukup bervariasi, tergantung dari cakupan harga dan tenaga yang dimilikinya. Sebagian sudah mentasbihkan bahwa melalui Cayenne, Porsche sudah lebih dulu menawarkan SUV supernya. Bahkan Bentley melalui Bentayga pun diklaim punya performa terbaik. Namun rival sejatinya di Italia seperti Ferrari atau dari Prancis yaitu Bugatti bahkan dari Jepang (Lexus) sepertinya masih merancang formula tepat untuk menyaingi Urus.


(UDA)