Recall Mobil

Mayoritas Orang Indonesia Tak Peduli Recall

Ekawan Raharja    •    Selasa, 28 Nov 2017 14:04 WIB
hondarecall mobil
Mayoritas Orang Indonesia Tak Peduli <i>Recall</i>
Honda Accord mengalami program recall karena permasalahan di battery sensor assy. Honda

Bogor: Beberapa waktu belakangan ini, cukup banyak pabrikan yang melakukan recall terhadap produk buatan mereka. Sebut saja yang dilakukan Mitsubishi terhadap Outlander Sport, kemudian Nissan terkait airbag Takata. Terbaru adalah Honda Accord yang juga mengalami masalah terhadap komponennya.

Namun masih banyak yang berpikir bahwa recall adalah sebuah penurunan kualitas. Padahal program ini merupakan bagian dari layanan purna jual dan bentuk tanggung jawab dari agen pemegang merek.

"Banyak yang malu dengan melakukan recall, kita tidak. Saya merasa recall tak mempengaruhi penjualan. Karena itu cerita lain, ketika menjual kita harus bertanggung jawab Jadi kalau harus diganti pasti kita ganti," ujar Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, di Sirkuit Sentul Bogor.

Selain itu Honda juga berkomentar bahwa kesadaran konsumen untuk datang memenuhi undangan recall juga masih rendah. Masih banyak konsumen yang tidak peduli dengan program layanan purna jual tersebut.

"Tidak semua orang juga peduli, kalau dulu yang hadir tidak bisa lebih dari dua digit (persentase). Sekarang media sudah lebih banyak, sehingga bisa lebih banyak mulai di atas 40 persen," ucap Jonfis.

Terkait dengan recall Honda Accord terkait battery sensor assy, diharapkan konsumen bisa memenuhi panggilan ini mulai 30 November 2017. Konsumen cukup datang ke bengkel resmi Honda, menunggu sekitar 30 menit pengerjaan, dan tidak dipungut biaya.


(UDA)