Penjualan Mobil

Pembeli LCGC Kerap Disepelekan Tenaga Penjual

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 03 Nov 2017 17:44 WIB
industri otomotif
Pembeli LCGC Kerap Disepelekan Tenaga Penjual
77 persen konsumen mobil murah tak dilayani dengan maksimal. Dok. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam kurun beberapa tahun terakhir, penjualan mobil murah yang belakangan dikenal LCGC (low cost green car) terus meningkat. Berkembangnya variasi produk di segmen ini jadi sebab penjualannya kian moncer.

Pembelinya pun rata-rata adalah first buyer, artinya konsumen yang akan membeli mobil pertamanya. Dari hasil survei JD Power, 77 persen pembeli mobil pertama memilih mobil berharga terjangkau seperti LCGC.

Sayangnya hal ini justru dianggap sepele oleh tenaga penjual yang jadi ujung tombak pabrikan. Dari hasil survei pula, hanya 22 persen pembeli mobil LCGC yang dilayani dengan maksimal.

Beberapa contoh yang tak didapatkan pembeli mobil murah di antaranya kesempatan mencoba unit (test drive), penawaran kredit yang maksimal hingga pengiriman unit kerap meleset dari waktu yang dijanjikan.

"Segmen LCGC sangat berkembang di Indonesia, dan banyak produsen mobil bermain. Melihat besarnya potensi konsumen yang akan ganti mobil dengan model lain yang lebih tinggi, sangat penting bagi dealer untuk memberi pelayanan maksimal," kata Direktur JD Power Asia Pasifik, Kaustav Roy.

Penjualan LCGC saat ini sudah mencapai 22 persen dari total angka wholesales. Contoh LCGC ada Toyota Agya-Calya, Daihatsu Ayla-Sigra, Honda Brio, Suzuki Wagon R dan Datsun Go+ dan Go.


(UDA)