Teknologi Otomotif

Tak Mudah Dapat Rating Bintang Lima di Uji Tabrak Mobil

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 10 Aug 2018 12:03 WIB
teknologi
Tak Mudah Dapat Rating Bintang Lima di Uji Tabrak Mobil
DFSK Glory 580 dapat bintang lima pada uji tabrak. Youtube

BSD City: Saat ini pabrikan mobil terus berlomba-lomba memperbaiki dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan pada mobil buatannya. Maka munculkan struktur bodi yang 'empuk' disebut crumple zone, lalu kantung udara hingga teknologi keselamatan lainnya.

Untuk menguji tingkat keamanan sebuah mobil, maka dilakukan uji tabrak oleh lembaga independent, seperti NCAP dan IIHS. Rating bintang lima jadi simbol tertinggi, jika mobil tersebut punya fitur keselamatan mumpuni. Jalan untuk menuju kesana pun tak mudah.

"Crash test dilakukan pada kecepatan 60-64 km/jam, posisi mesin mati tapi kontak ON untuk aktifkan seluruh fitur safety mobil. Crash test ini berkembang usai Putri Diana kecelakaan karena mobilnya menabrak tiang," kata Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed di ICE, BSD City beberapa hari lalu.

Setelah itu, crash test berkembang jadi tak hanya tabrak frontal depan tapi ada overlap crash (uji tabrak depan separuh) dan small overlap (uji tabrak depan seperampat), sejak itu tes ini jadi yang paling banyak dilakukan.

"Salah satu indikator mobil aman adalah kondisi pila A, kalau alami deformasi dan membuat sulit evakuasi, maka ratingnya akan rendah, di Eropa mobil dengan rating rendah, orang tidak mau beli," tambahnya disela diskusi DFSK Glory 580.

Mobil merek Tiongkok yang dirakit di Cikande, Serang itu juga sudah menjalani uji tabrak NCAP. Hasilnya mobil tersebut sudah mendapatkan rating bintang lima. "Ini luar biasa, karena memang tak mudah untuk mendapatkan itu," pungkas Taqwa.


(UDA)