Industri Otomotif

Angin Segar Kendaraan Komersial di Indonesia

Ekawan Raharja    •    Rabu, 06 Dec 2017 16:14 WIB
industri otomotif
Angin Segar Kendaraan Komersial di Indonesia
Pasar kendaraan komersial diharapkan terus tumbuh ke depannya. MTVN/Ekawan Raharja

Jakarta: Pasar otomotif tanah air memang tidak jauh berbeda dalam beberapa tahun belakangan. Hanya perlu dicermati di tengah kondisi yang terbilang stagnan, segmen kendaraan komersial mengalami pertumbuhan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menilai kondisi ini tidak terlepas dari tingkat perkembangan industri manufaktur yang cukup tinggi. Bukan tanpa alasan, Indonesia sedang giat dalam ekspor komoditas, proses pembangungan infrastruktur dan kegiatan operasional di Indonesia, serta memiliki kelas menengah yang berkembang pesat.

Dengan tingginya permintaan komoditas baik migas dan non-migas, serta aktivitas pembangunan infrastruktur di Indonesia, tak heran jika Indonesia menjadi negara dengan mobilitas kendaraan komersial yang tinggi, tercatat kenaikan antara 9 persen untuk Gross Vehicle Weight (GVW) <5 ton, hingga 103 persen untuk GVW >24 ton. Bahkan jumlah penjualan kendaraan komersial di Indonesia mencapai angka lebih dari 80 ribu unit hingga Oktober 2017.

“Kami percaya industri otomotif Indonesia ke depannya akan terus tumbuh dan berkembang. Kondisi pasar yang luas dan penyesuaian regulasi bisa memberikan stimulus yang positif. Khususnya industri kendaraan komersial, jika melihat besarnya pasar, Indonesia memiliki performa penjualan kendaraan komersial di kisaran angka 80 ribu unit per tahun. Angka ini juga masih bisa dikembangkan karena jumlah pertumbuhan industri di Indonesia yang diprediksi mencapai 5,4 persen,” ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, melalui keterangan resminya.

Nangoi menjelaskan kenaikan tersebut berasal dari tumbuhnya infrastuktur Indonesia, membaiknya harga komoditas industri migas serta non-migas, hingga pertumbuhan kawasan industri yang cukup pesat, dimana menurut data Kementerian Perindustrian Indonesia saat ini 73 kawasan industri telah beroperasi di Indonesia.

Melihat kondisi dan menjaga agar pertumbuhan segmen kendaraan komersial, Gaikindo melihat perlu adanya pameran khusus kendaraan komersial. Mereka berencana untuk menggelar GIICOMVEC 2018 pada 1 – 4 Maret 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), dengan konsep business to business (B2B) untuk mempertemukan produsen dan konsumen potensial.

“Gaikindo akan membawa GIICOMVEC menjadi ajang yang penting bagi industri kendaraan komersial Indonesia, kehadiran teknologi dan produk terkini dari agen pemegang merek (APM) kendaraan komersial akan menjadi daya tarik yang ditunggu ribuan potential buyers yang akan dihadirkan sepanjang pameran,” ujar Ketua III, Rizwan Alamsjah.

Hingga November 2017, merek-merek besar seperti Daihatsu, DFSK, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz Truck, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, UD Truck, United Tractors, Volvo serta brand besar lainya Iveco dan Maxvel Electric Bus telah memberikan komitmennya. GICOMVEC 2018 juga akan diikuti oleh industri pendukung, mulai dari industri karoseri Tanah Air; Laksana, Sugity Creatives, dan industri pendukung lainnya seperti Alcoa wheel, Dunlop, Goodyear, Shinmei dan lainnya.


(UDA)