Keselamatan Berkendara

Rem Belakang Rusak, NHTSA Investigasi Hyundai Sonata 2016

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 14 Sep 2016 18:12 WIB
industri otomotif
Rem Belakang Rusak, NHTSA Investigasi Hyundai Sonata 2016
Hyundai Sonata 2016 dilaporkan bermasalah pada rem belakang. Autoguide

Metrotvnews.com: Badan yang bertanggung jawab terhadap kelayakan dan keselamatan berkendara di Amerika, yakni National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sedang melakukan penyelidikan awal terhadap mobil Hyundai Sonata 2016.

Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan laporan dan keluhan pelanggan, yang mengklaim bahwa rem belakang Hyundai Sonata 2016 mengalami overheat atau mengunci dalam situasi tertentu. Dalam database NHTSA disebutkan, dari empat laporan dan keluhan yang masuk, satu di antaranya mengaku telah mengalami overheat pada rem belakang, hingga menyebabkan mobil kebakaran.

NHTSA mengungkapkan, setelah melakukan diagnostic self-check, sistem pengereman Sonata harus diperbarui. Yaitu memperbaiki kondisi bantalan rem belakang dapat terlepas, dan tertinggal saat kontak dengan rotor rem belakang.

Saat ini NHTSA masih mempelajari kasus tersebut, untuk menentukan apakah perlu dilakukan penyelidikan yang lebih menyeluruh. Jika nantinya ditemukan dan terbukti sesuai dengan laporan dan keluhan yang masuk, maka Hyundai bersiap untuk menarik (recall) sedan Sonata 2016.

Di Indonesia, unit yang terdampak juga tidak bisa dipastikan mengalami masalah yang sama. Mengingat Sonata 2016 yang dijual di pasar nasional diimpor langsung dari Korea. Sementara yang dijual di Amerika adalah produksi khusus manufaktur Hyundai di Alabama.

Ini bukan kali pertama Hyundai melakukan masalah terhadap Sonata. Menjelang akhir tahun lalu pun Sonata yang diproduksi rentang 2009-2012 dilakukan penarikan. Masalah utamanya adalah terdapat komponen yang aus dan hancur dan tercampur dengan aliran oli mesin. Sehingga implikasinya berakibat mesin bisa stall atau terkunci.

Sebanyak 470 ribu mobil pun kena dampaknya. Beruntung hanya terjadi untuk tipe mesin bensin 2.400 cc. Jika mesin stall atau terkunci dalam kecepatan tinggi, risiko kecelakaan juga akan sangat besar. Akibatnya Hyundai melakukan recall besar-besaran untuk unit itu.


(UDA)