Teknologi Otomotif

Hyperloop One, Ambisi Elon Musk di Industri Transportasi

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 28 Sep 2017 08:10 WIB
teknologi otomotif
Hyperloop One, Ambisi Elon Musk di Industri Transportasi
Kereta cepat Hyperloop One. Carscoops

Metrotvnews.com: Setelah sukses dengan mobil listriknya, kini Elon Musk berambisi untuk membawa perubahan di industri transportasi, yaitu membuat kereta cepat yang disebut dengan Hyperloop One. Menarik, apa yang menjadi visi Musk itu ternyata bukanlah isapan jempol belaka.

Bahkan, Hyperloop One sukses melewati uji coba publik perdananya, Mei tahun lalu. Uji coba tersebut dilakukan di gurun pasir Nevada, Amerika Serikat, dan disaksikan langsung oleh para investor yang mendukung pengembangan sarana transportasi canggih ini.

Dalam pengujiannya, Hyperloop berhasil melesat dari kecepatan nol hingga 186 km perjam dalam 1,1 detik. Akselerasi tersebut menghasilkan gaya hingga 2,4 G. Pengujian dilakukan dalam jarak 100 meter. Disebutkan, saat kereta Hyperloop One berhenti, tekanan udara yang sangat kuat menghempaskan pasir dan debu padang pasir Nevada ke udara.

Sarana transportasi ini mirip dengan kereta, hanya saja memiliki jalur berupa tabung pipa besar. Hyperloop dikatakan bisa melaju hingga kecepatan 600 km/jam.

Rencananya, sarana tranpostasi masal yang terbilang ektsrem ini akan dibangun di negara bagian Colorado, dan akan beroperasi sejauh 570 kilometer, menghubungkan Denver dengan Pueblo, Vail dan Cheyenne.

Menurut negara bagian Colorado, pembangunan Hyperloop One diprediksi menelan biaya sekitar USD24 miliar, dan akan melakukan 45 juta perjalanan pada 2040. Dengan begitu pemasukan yang diterima negara bagian Colorado bisa mencapai USD2 miliar per tahun. 

Belum lagi pemasukan dari mengangkut barang antar kota dari dan ke dan Bandara Internasional Denver, yang diperkirakan akan memberikan tambahan pemasukan sebesar USD25 miliar.

Colorado Department of Transportation executive director, Shailen Bhatt mengatakan, meskipun colorado dipilih sebagai lokasi pertama Hyperloop One, bahwa model pendanaan akan menjadi kunci suksesnya transportasi masal tersebut.


(UDA)