Mobil Baru

Orang Eropa Mulai Tinggalkan Mobil Bermesin Diesel

Ekawan Raharja    •    Senin, 29 May 2017 19:32 WIB
industri otomotif
Orang Eropa Mulai Tinggalkan Mobil Bermesin Diesel
Skandal Dieselgate menjadi salah satu penyebab turunnya penjualan mobil bermesin diesel. Volkswagen

Metrotvnews.com: Mobil bermesin diesel setahun lalu menjadi favorit masyarakat negara-negara Eropa. Tetapi lambat laun, orang-orang di benua biru tersebut mulai berpaling dari mesin diesel.

Hal ini dibuktikan bahwa penjualan mobil bermesin diesel pada April 2017 hanya 46 persen dari total penjualan mobil di Eropa. Padahal di April 2016, penjualan mobil bermesin diesel mencapai 50 persen dari total penjualan mobil di Eropa.

Perusahaan analisis pasar, JATO, menjelaskan ada penurunan penjualan mobil bermesin diesel di Eropa seperti Inggris merosot 19,8 persen, Di Jerman menurun 8 persen, dan Prancis yang turun sekitar 6,2 persen. Cuma Spanyol yang mengalami pertumbuhan penjualan mobil bermesin diesel, yakni 0,8 persen.

Efek ini juga berpengaruh terhadap volume penjualan beberapa pabrikan. Sebut saja PSA Group yang menjual Vauxhall dan Opel harus turun 0,42 persen, dan penjualan Volkswagen turun 0,4 persen.

"Ada beberapa alasan terhadap pergantian tren ini. Semua bukti yang menujukkan skandal dieselgate menjadi titik awal penurunan," ungkap JATO Dynamics global, Felipe Munoz, dikutip dari Paultan.

Efek dari skandal yang dilakukan oleh Volkswagen ini berdampak langsung kepada mobil-mobil bermesin diesel. Selain orang-orang yang kehilangan kepercayaan, pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang ketat terhadap mesin diesel. Bahkan Inggris berencana untuk menghapus mesin diesel.

Selain itu kampanye mengenai mobil ramah lingkungan juga berpengaruh. Banyak masyarakat yang kini beralih kepada mobil betreknologi hybrid ataupun mobil listrik.

"Ketika mendapat dorogan terus menerus, sehingga membuat konsumen lebih memilih membeli mobil listrik atau hybrid. Maka tidak mengherankan jika terjadi penurunan pada mobil diesel," beber Munoz.


(UDA)