Test Drive

Sensasi Performa Civic R Type ala Komunitas

Ekawan Raharja    •    Senin, 27 Nov 2017 10:27 WIB
test drivehonda mobil
Sensasi Performa Civic R Type ala Komunitas
R Club menjajal kemampuan mobil mereka langsung di Sirkuit Sentul. Honda

Bogor: Komunitas Honda Civic R Type, R Club, merasakan performa mobil kesayangan mereka di Sirkuit Internasional Sentul Bogor. Tentu sensasi yang ditawarkan berkendara di jalan raya dan sirkuit berbeda.

Founder R Club, Luckas Dwinanda, merasakan bahwa performa mobil terbarunya itu sangat luar biasa. Dia mengakui bahwa handling yang dimiliki mobilnya sangat nurut meski mobil dipacu dengan kecepatan tinggi.

Menurut pria yang menjadi pembalap ini, bahwa Rev Match Control System yang ditawarkan Honda Civic Type R menjadi kunci handling mobil bergaya hatchback tersebut enak dikendalikan. Sehingga kestabilan mobil, bahkan masuk tikungan dalam kecepatan tinggi, juga masih enak,

"Bisa kita lihat lagi rev match control system saat turun gigi empat ke tiga tidak perlu teknik heel and toe. Jadi putaran mesin sudah pas secara otomatis oleh system. Jadi dari gigi 4 ke gigi 3 langsung sesuai sehingga terasa stabil dan tidak slip. Rem juga tidak ngunci karena rev match control system langsung bekerja saat keluar tikungan sehingga mobil langsung nurut," ujar Luckas Minggu (26/11/2017) di sela-sela ISSOM.

Dia juga berujar di lintasan lurus Sirkuit Sentul, Honda Civic Type R bisa mencapai kecepatan 210 kilometer per jam. Kemampuan mobil di maksimalkan dengan putaran mesin bekerja hingga 7.000 rpm dengan mode berkendara Sport.

Tentu hal ini cukup lumrah mengingat Civic Type R mengusung mesin 2.000 cc VTEC Turbo dengan tenaga maksimal sebesar 310 PS di 6.500 rpm dan torsi maksimal 400 Nm di 2.500 – 4.500 rpm. Tenaga tersebut di salurkan ke roda depan dengan transmisi manual 6 percepatan.

Meski demikian, Luckas memiliki catatan sendiri mengenai mobil sport terbarunya itu. Kabin yang terlalu kedap membuat dirinya kurang mendapatkan sensasi ketika mobil pedal gas ditekan dalam-dalam.

"Kabinnya terlalu senyap sehingga kita ketipu mobilnya. Mobil ini kedapnya suara dari luar tidak masuk, seakan-akan kita tidak kenceng. Padahal ketika masuk tikungan, speedometer 210 kpj. Kalau yang tidak hati-hati bisa melintir dan bloking saat ngerem. Sensasi dari luar tidak dapat karena terlalu kedap," tutupnya.


(UDA)