Mobil Listrik

General Motors Kembangkan Truk Listrik Canggih SURUS

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 10 Oct 2017 08:58 WIB
mobil listrik
General Motors Kembangkan Truk Listrik Canggih SURUS
General Motors bikin truk serbaguna yang dijuluki SURUS. Autoguide

Metrotvnews.com: Saat ini produsen otomotif dan teknologi tidak hanya menghadirkan mobil listrik untuk penumpang atau penggunaan pribadi. Beberapa diantaranya mulai melirik untuk membuat mobil komersial/truk bertenaga listrik, seperti General Motors (GM) yang menciptakan Silent Utility Rover Universal Superstructure (SURUS).

Menurut GM, SURUS dibuat untuk menjadi solusi universal. Tidak hanya menggunakan sistem sel bahan bakar Hydrotec GM yang baru, tapi truk yang dibekali kemampuan otonom dan penggunaan chassis truk yang terbuat dari bahan ramah lingkungan.

SURUS diklaim cocok sebagai mobil lapangan karena punya torsi yang besar, menggunakan mesin bertenaga listrik yang mudah didapat dan dibekali mesin hidrogen dengan waktu pengisian bahan bakar yang cepat. Platform SURUS mencakup sepasang unit penggerak listrik canggih, baterai lithium-ion, sel bahan bakar gen 2, penyimpanan hidrogen lebih dari 400 mil, komponen chassis truk GM dan sistem suspensi canggih. 

Perusahaan mengatakan SURUS dapat diaplikasikan untuk mobil kargo/pengiriman barang, truk pembangkit listrik atau berbagai aplikasi militer. SURUS juga menawarkan kemampuan dalam konfigurasi leader-follower.

GM mengklaim SURUS dibangun berdasarkan arsitektur fleksibel, yang penggunaannya dapat disesuaikan untuk membawa muatan besar atau menempuh jarak jauh. GM meyakini menjadi cikal bakal solusi kendaraan komersial.

"SURUS menggunakan teknologi sel bahan bakar listrik yang ramah lingkungan untuk penggunaan jalan raya dan off-road. General Motors berkomitmen untuk membawa sistem berkinerja tinggi untuk memecahkan tantangan kompleks bagi beragam pelanggan," kata Executive Director of GM Global Fuel Cell Business, Charlie Freese seperti dikutip Autoguide

Dikatakan, GM saat ini sedang melakukan riset kelayakan teknologi Hydrotec-nya berama Militer AS. Pengujian teknologi tersebut akan berlanjut sampai musim semi 2018.


(UDA)