Industri Otomotif

Kurangi Kesenjangan Ilmu, TMMIN Dukung Dunia Pendidikan

Ahmad Garuda    •    Jumat, 28 Jul 2017 16:49 WIB
toyota
Kurangi Kesenjangan Ilmu, TMMIN Dukung Dunia Pendidikan
TMMIN fokus perhatikan dunia pendidikan. TMMIN

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekerja sama dengan dunia pendidikan, sepatutnya dilakukan industri otomotif nasional. Tujuannya jelas untuk mengurangi kesenjangan antara kemajuan dunia industri dengan dunia pendidikan. Ini sekaligus menjadi jawaban untuk mencari bibit unggul calon karyawan yang siap pakai.

Hal inilah yang mendasar PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengokohkan komitmen untuk berkerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat. Mereka secara simbolis menyerahkan bantuan 142 unit alat peraga pendidikan yang terdiri dari 11 unit mobil, 74 unit mesin, dan 57 unit transmisi. Ini dilakukan kepada 39 SMK yang tersebar di Jawa Barat oleh Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Pengokohan komitmen dan donasi ini sebagai bagian dari acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link and Match Antara SMK dan Industri wilayah Provinsi Jawa Barat. Program ini juga menjadi program utama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Cikarang – Jawa Barat.

“TMMIN berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam program pemerintah di bidang peningkatan kapabilitas Sumber Daya  Manusia (SDM) industri sebagai bagian dari kontribusi kami kepada bangsa dan negara. Kami percaya bahwa SDM industri yang mumpuni yang berdaya saing global merupakan landasan utama dalam upaya-upaya untuk memperkuat industri nasional saat ini dan memperbesar industri nasional kedepannya,” ujar Warih.

TMMIN telah menyiapkan dan menjalankan Program Vokasi Industri yang berjalan selama 6 bulan, terdiri dari pendalaman keterampilan dasar (fundamental skills) dan praktik langsung di line-line produksi di pabrik-pabrik TMMIN. Jurusan yang ditawarkan adalah yang berhubungan dengan manufaktur otomotif seperti logistik, pemeliharaan (maintenance), percetakan (moulding), dan manajemen produksi.

Saat ini TMMIN memiliki kapasitas 100 Pelajar, Pencari Kerja, dan Pekerja dalam Program Vokasi Industri. Kedepannya, TMMIN berencana untuk menambah kapasitas peserta menjadi 400 Pelajar, Pencari Kerja, dan Pekerja.

Sebanyak 42 pelatih bersertifikat Toyota diterjunkan untuk membentuk kurikulum kelas dan praktik serta melakukan pengajaran bagi peserta program Vokasi Industri di TMMIN. Dua dari pelatih ini memiliki sertifikat Master Trainer dan memiliki tugas tambahan untuk membentuk pelatih-pelatih baru. Para peserta program Vokasi Industri di TMMIN nantinya akan menerima sertifikasi BNSP dan atau Toyota sesuai dengan jurusan yang dipilih.

“Program Vokasi Industri merupakan cara untuk mendukung pesatnya perkembangan industri di Indonesia yang membutuhkan SDM industri yang siap kerja. Artinya, setiap SDM wajib memiliki sertifikasi keahlian tertentu sehingga dapat menjawab tantangan kesenjangan dengan tingginya kebutuhan pelaku industri akan tenaga ahli yang sudah teruji di bidangnya masing – masing,” ujar Direktur Administration, Corporate & External Affairs TMMIN Bob Azam.


(UDA)