Asuransi Kendaraan

Asuransi Otomotif, Sulam Kepercayaan Lewat Digitalisasi

Ahmad Garuda    •    Kamis, 23 Nov 2017 13:45 WIB
asuransi kendaraan
Asuransi Otomotif, Sulam Kepercayaan Lewat Digitalisasi
Gapai kepercayaan, adalah yang utama dalam berekspansi ke dunia digital. Antara Foto/Puspa Perwitasari

Jakarta: Diana adalah wanita karir yang percaya terhadap produk jasa bernama asuransi. Terlebih untuk kendaraan, lantaran Ia pernah mengalami kerusakan mobil dan merasa terbantu karena tak perlu mengeluarkan biaya perbaikan. Berbeda dengan sahabatnya, Rania yang bersikap sebaliknya. Ia tak pernah percaya dengan asuransi, termasuk asuransi otomotif.

Namun momentum kepercayaan ini terjadi saat Diana mengajak Rania dan beberapa teman lainnya untuk meet up (kongkow bareng) sepulang bekerja. Sayang, lokasi yang berjauhan, membuat mereka harus menentukan tempat terbaik.

Tiba-tiba Diana teringat dengan salah satu aplikasi yang baru saja terpasang di gawai miliknya. Aplikasi yang bernama Garda Oto Digital itu menjadi bagian dari kemudahan untuk mengakses beberapa hal penting seputar gaya hidup dan pastinya tentang otomotif.

Tak butuh waktu lama, ketika mereka sepakat untuk menyamakan ide menentukan lokasi melalui aplikasi sederhana itu, ketiganya pun bisa bertemu di lokasi yang sama-sama disepakati.

Tak Melulu Soal Bisnis
Cerita singkat di atas jadi gambaran, bahwa tak selamanya dunia asuransi otomotif atau asuransi kendaraan hanya berpikir tentang bisnis dan layanan. Namun lebih kepada hal-hal yang bersifat pertemanan. Artinya dalam konteks digitalisasi yang memudahkan sisi bisnis dan layanan, pun wajib mengedepankan kepercayaan.

Metrotvnews.com sempat mewawancarai petinggi perusahaan Asuransi Astra yang terkenal dengan ragam inovasinya melalui dunia digital. Yaitu Senior Vice President Digital Channel Asuransi Astra, Lusi Liesdiani. Ia menceritakan tentang perjalanan era digital yang saat ini jadi treatment untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka yang tak peduli dengan dunia asuransi.

"Memanfaatkan dunia digital, tak melulu harus berbicara tentang bisnis apalagi dalam asuransi otomotif. Karena bagi kami, kepercayaan dari mereka yang menginginkan perlindungan adalah hal yang paling utama. Mengingat ini adalah investasi yang mereka lakukan. Makanya kami memanfaatkan digitalisasi ini sebagai wadah untuk meraup kepercayaan," ujar Lusi.

Contoh gampangnya seperti kisah Diana yang ingin 'kongkow bareng' teman-temannya sepulang dari kantor. Secara tidak langsung, bakal membuat orang yang terlibat didalamnya mulai memasang aplikasi untuk saling memudahkan untuk mencari tempat yang pas untuk bertemu. Lantaran nantinya ada direktori pilihan lokasi yang tepat sebagai tempat untuk meet up.

Sebagai langkah konkret soal layanan dan kepercayaan di atas, anak perusahaan Astra Internasional ini belum mau mengatakan bahwa pola bisnis mereka yang baru ada di sistem digital ini. Meski pada dasarnya mengarah ke sana, namun seperti yang ditegaskan Lusi, kepercayaan masih prioritas di sistem digital yang mereka bangun.

Memudahkan Proses Klaim
Tujuan digitalisasi untuk meraih kepercayaan tinggi adalah target terbesar. Jika sudah dipercaya, tentu akan lebih mudah bagi perusahaan ini untuk berakselerasi sepenuhnya dunia digital ini sebagai pola bisnis baru. Untuk itu, tak salah juga jika basis pola bisnis juga sudah muali terbangun. Contoh paling nyata adalah proses klaim kendaraan yang mengalami kerusakan, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Untuk urusan klaim, kini konsumen bisa memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan. Baik di rumah, kantor, atau tempat lainnya. Antar jemput mobil ke bengkel juga jadi lebih mudah. Tersedia layanan antar jemput kendaraan menuju bengkel dari lokasi pilihan pelanggan dan antar kembali dari bengkel.

“Kami punya standar baru dalam membangun industri asuransi otomotif. Garda Oto Digital adalah saluran layanan baru kami yang mengedepankan teknologi digital dalam pemasarannya. Sehingga akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan perlindungan untuk mobil mereka,” ujar CEO Asuransi Astra, Rudy Chen beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, bahwa semua layanan lewat ruang digital inilah yang akan terelaborasi menciptakan kepercayaan tinggi. Apalagi kini mereka semakin memperhatikan keinginan komunitas (non pelanggan) dengan adanya beberapa item baru. Yaitu Friends, Meet Up, Claim Report, Claim Status, Emergency, dan Event.

Tak salah kiranya jika strategi untuk membangun kepercayaan yang 'simply memorable' selalu mereka dengungkan. Efek jangka panjangnya sudah pasti menciptakan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.


(UDA)