Tips Knowledge

Central Lock Mobil Gampang Dibobol Maling?

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 22 Feb 2018 07:28 WIB
tips knowledge
<i>Central Lock</i> Mobil Gampang Dibobol Maling?
Dengan alat khusus pengacak frekuensi remot control, pencuri mudah beraksi. Express.co.uk

Jakarta: Baru-baru ini beberapa media nasional ramai memperbincangkan tentang kemananan central lock yang bisa dibobol maling. Dalam ceritanya menyebutkan, bahwa seorang wanita yang mengendarai mobil Toyota Innova saat berhenti di persimpangan lampu merah di Surabaya, Jawa Timur, central lock-nya bisa dibuka dari luar oleh orang tak dikenal, dan menjambret tas yang diletakan di jok depan penumpang.

Dikatakan bahwa yang Ia rasakan bukan cerita bohong atau hoax, dan hal yang sama juga pernah menimpa kerabatnya. Kejadian itu telah dilaporkan ke Astra dan saat ini menurut pengakuannya sedang diselidiki karena merupakan modus baru.

Menurut penjelasan owner bengkel mobil Fahmi Jaya Motor, Fahmi, kepada Medcom.id, di bilangan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Secara teknis central lock yang terhubung dengan remote control dilengkapi dengan sistem module dan mainboard.

"Kemungkinan untuk menyamakan frekuensi gelombang remote dan receiver sangat rumit. Tak hanya frekuensi yang harus sama tapi ada yang namanya rolling code di transmitter dan receiver mobil yang juga harus sama," kata Fahmi.

Namun berkaca dari beberapa kasus yang pernah dibahas di medcom.id, ada salah satu teknologi yang dibuat oleh para pelaku kejahatan ini adalah menggunakan radio jammer. Alat ini dapat mengacak frekuensi remote control.

"Jadi khusus mobil-mobil mewah, mereka gunakan radio jammer, untuk mengacak frekuensi remot mobil. Dalam arti jika mobil tersebut diacak frekuensi remote control-nya, sehingga mobil tidak bisa dikunci," papar AKBP Budi Hermanto, Kasubdit VI Ranmor Polda Metro Jaya dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, para pencuri ini juga bisa melacak mobil incaran dengan sinyal GPS yang didapat para pencuri itu. "User ID dan lain-lain itu mereka bisa input melalui laptop dan internet, mereka bisa melihat kemana mobil ini (incaran) sehingga itu bisa jadi target bagi mereka," sambungnya.

Bagaimana caranya? "Harusnya GPS optional (tambahan) kita harus menyatakan user ID dan password hanya diketahui pemilik mobil. Tapi kita tidak tahu, sekarang GPS yang beredar itu bisa digandakan dari seperti ID-nya, sehingga mereka bisa meng-input sendiri secara acak nomor-nomor GPS yang ada," terangnya.

Untuk melakukan antisipasi, pastikan pintu mobil terkunci seluruhnya sebelum ditinggal pergi. Atau jika sudah merasa ada hal yang janggal, pergi dan cari lokasi parkir lain atau urungkan meninggalkan mobil dan selalu waspada terhadap situasi sekeliling Anda saat bekendara.

Sekadar informasi, sistem keamanan mobil, kini semakin komplit dan canggih. keyless entry, immobilizer hingga alarm seakan-akan sudah jadi piranti pengamanan standar. Central lock merupakan sistem keamanan yang membuat sistem kunci pintu cukup dari pintu pengemudi. Maka pintu yang lain akan ikut mengunci, sama halnya saat membuka kunci pintu. 

Fungsi central lock system saat ini dipadu dengan remote control sebagai pengontrol penguncian pintu dari jauh, atau sering disebut dengan keyless entry. Juga ditambahkan modul alarm system yang umumnya sudah menyatu dengan remote control-nya. Kesemua fungsi tersebut adalah untuk memudahkan dan meningkatkan kenyamanan kita dalam berkendara.          

Tapi di satu sisi, para pencuri spesialis kendaraan juga turut mempercanggih peralatan 'tempur' mereka. Sistem keamanan mobil pun bisa dibobol dengan mudah, barang-barang yang ada di dalam termasuk mobilnya bisa langsung dibawa kabur.


(UDA)