Mobil Listrik

Toyota 'Tancap Gas' Kejar Inovasi Tesla

Ekawan Raharja    •    Minggu, 21 May 2017 12:37 WIB
toyotatesla
Toyota 'Tancap Gas' Kejar Inovasi Tesla
Purwa rupa MPV Toyota uBox yang boxy. electrek/automotivenews/toyota

Metrotvnews.com: Melalui sedan Prius yang sempat jadi pilihan para artis Hollywood sadar lingkungan, Toyota merupakan pelopor mobil listrik. Namun popularitas itu kini menjadi milik Tesla yang mengedepankan fitur-fitur inovatif dan user friendly di setiap varian produknya.

Belum lagi langkah agresif perusahaan rintisan di Tiongkok dan riset-riset massif para pesaing dari Eropa. Menyadari ketertinggalan tersebut, akhir tahun lalu Toyota telah membentuk divisi khusus pengembangan mobil listrik. Keseriusannya terlihat dari keputusan CEO Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, untuk memimpin langsung divisi baru baru itu.

Di dalam wawancara dengan Automotive News, Toyoda menegaskan misinya adalah mengubah cara Toyota dalam mengembangkan kendaraan listrik. Awak divisi kendaran listrik Toyota didorongnya untuk berpikir dan bertindaknya layaknya sebuah perusahaan rintisan yang mengakali keterbatasan dengan inovasi, seperti cara Elon Musk memimpin Tesla.

"Kami sama-sama memproduksi mobil. Tapi lihat Tesla, produk seperti iPhone yang diberi empat roda. Terkoneksi dan untuk upgrade fiturnya, cukup update software-nya. Sangat efisien," puji Toyoda.

Tentu bukan Toyoda bila sebatas itu mimpinya. Pria kelahiran 3 Mei 1956 di Nagoya ini mau mobil listrik baru Toyota bukan sekedar ramah lingkungan tapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan generasi masa depan, memiliki performa serta daya tahan tinggi, suku cadangnya tersebar dan harganya terjangkau. Tiga sektor inilah yang belum mampu Tesla sentuh karena fokus memproduksi electric sportcar.



Maka generasi baru Prius agar mampu merebut mahkotanya dari Tesla yang harus dipikirikan. Divisi yang Toyoda pimpin juga mengembangkan purwa rupa uBox. Sebuah MPV listrik ini hasil Deep Orange Project yang berkolaborasi dengan tim Clemson University’s International Center for Automotive Research (CU-ICAR), Carolina, Amerika Serikat.

Desain eksterior yang berotot, memunculkan kesan sporty. Interior serbaguna yang bisa diatur ulang untuk sebagai kantor berjalan hingga mengangkut kargo ukuran jumbo dengan mudah karena kursinya mudah dicopot dan digeser. Uniknya bonnet, bumper, door trim dan dashboard bisa diganti dengan hasil cetakan printer 3D sehingga tampil beda sesuai selera personal penggunanya.



Belum ada kejelasan tentang drivetrain dan motor listriknya. Pastinya tim Toyota harus bekerja lebih keras bukan cuma agar bisa mengejar deadline pelucuran pada 2020 yang Toyoda telah tetapkan, tapi langsung menggungguli Tesla serta kompetitor asal Eropa dan Tiongkok.

 


(LHE)