Industri Otomotif

CEO Baru Ford: Kami Masih Berpeluang Besar

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 23 May 2017 20:24 WIB
ford
CEO Baru Ford: Kami Masih Berpeluang Besar
CEO baru Ford Motor Company, Jim Hackett.. REUTERS/Rebecca Cook

Metrotvnews.com: Mengubah fokus produknya, menjadi visi Jim Hackett yang baru menjabat sebagai CEO Ford Motor Company. Pelopor produksi massal mobil asal Amerika Serikat ini tak mau tertinggal teknologi informasi otomotif.

"Lihat mobil otonom, pusat pengembangannya bukan di Detroit (pusat industri otomotif AS -red) tapi Silicon Valley (pusat industri teknologi informasi dunia -red)," kata Hackett.

Di dalam wawancaranya yang ditulis axios.com, pria yang separuh usianya berkarir di bidang otomotif ini mengakui Ford agak tertinggal dalam kompetisi mobil listik dan otonom. Padahal di masa depan itulah tipe kendaraan yang dibutuhkan masyarakat, bukan lagi bermesin bakar konvensional.

Baca juga: Ford Ganti Pucuk Pimpinannya

"Teknologi berkembang bertahap kan? Jadi kami masih punya peluang besar dalam kompetisi otomotif masa depan dan harus mulai dari sekarang," sambungnya.

Di dalam berbagai pameran otomotif dunia, jelas hampir semua merek menampilkan purwarupa mobil otonom dan bermesin bahan bakar baru. Ada merek yang sudah mapan, banyak pula yang merupakan pendatang baru dengan inovasi masing-masing. Belum lagi perusahaan rintisan dari Tiongkok yang masuk ke bisnis otomotif melalui pintu teknologi informasi.

"Ford adalah pelopor, tapi tidak ada jaminan bisa tetap memimpin. Pesaing semakin banyak dan persaingan semakin ketat. Kami harus berubah cepat dan bergerak cepat," papar Hackett.


Untuk mewujudkan visi tersebut, pengganti Mark Fields ini menetapkan salah satu misi pertamanya adalah memperbaiki budaya perusahaan. Para pimpinan Ford akan dia dorong lebih peduli terhadap karyawan hingga ke level terbawah, terutama responsif dalam menjawab kebutuhan.

"Pemimpin harus melayani," tegas Hacket yang ketika memimpin divisi Smart Mobility Ford meperlakukannya seperti sebuah perusahaan rintisan baru.



Seperti diberitakan sebelumnya, Ford memutuskan mempensiunkan pucuk pimpinannya yang belum lama menjabat Mark Fields (56). Di dalam kepemimpinannya yang singkat, Mark Fields telah membangun pondasi bagi Ford untuk terjun dalam persaingan mobil listrik berteknologi otonom.

Namun keputusannya berkonsentrasi mengembangkan segmen truk ringan seperti F-150 dan F-250 yang bermesin besar dipersoalkan dewan komisaris. Keputusan tersebut dinilai kurang tepat karena walau F-series tergolong laku, nilai saham Ford anjlok hampir 40 persen yang mencerminkan kinerja buruk perusahaan.



Pergantian CEO ini merupakan dinamika yang mengejutkan. Beberapa pekan sebelumnya Ford telah mengumumkan perampingan organisasi hingga 10 persen. Setahun sebelumnya Ford memutuskan hengkang dari persaingan pasar otomotif di Jepang, Australia dan Indonesia.

 


(LHE)