Asuransi Kendaraan Bermotor

MSIG: Tak Parkir di Garasi, Asuransi Tetap Berlaku

Ekawan Raharja    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:12 WIB
asuransi kendaraan
MSIG: Tak Parkir di Garasi, Asuransi Tetap Berlaku
Pemerintah Kota Jakarta semakin gencar menertibkan lalu lintas, khususnya parkir liar dan mobil yang parkir inap di badan jalan. Doc MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta melalui Peraturan Daerah (perda) sudah menetapkan menetapkan setiap mobil harus memiliki garasi, dan dilarang parkir inap di badan jalan. Kami sempat membahas tentang aturan wajib garasi ini bagi pemilik mobil yaitu (Punya Mobil Tak Punya Garasi? Maaf Asuransi Tak Berlaku).

Hal ini pun lantas dijelaskan lebih lanjut oleh PT Asuransi MSIG Indonesia yang menganggap peraturan tersebut belum dijalankan dengan baik. Mereka menganggap bahwa klaim tentang tak berlakuny asuransi jika parkir bukan di garasi, tidak seperti itu faktanya. Sehingga mereka belum bisa memberikan sikap mengenai peraturan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140 Ayat 1 dan 2.

"Sebenarnya kalau sisi asuransi menanyakan soal satu mobil satu garasi, itu tergantung bagaimana eksekusinya. Kalau ketentuan itu jadi dieksekusikan, asuransi pada dasarnya harus mengikuti aturan yang berlaku. Memang aturan ini sudah ada sejak 2014 tapi tidak eksekusi. Belum ditetapkan, pelaksanaanya tidak jelas. Seperti bikin STNK harus bawa surat kelurahan," terang Senior General Manager Head of Production Departements PT Asuransi MSIG Indonesi, Enny, kepada Metrotvnews.com.

Enny juga menjelaskan bahwa setiap perusahaan asuransi bisa saja memiliki pemahaman dan interpretasi yang berbeda-beda mengenai peraturan yang cukup hangat diperbincangkan beberapa waktu lalu. Nantinya terjadi perbedaan interpreasi ini, maka asosiasi asuransi akan berperan untuk menentukan.

"Sikap asuransi itu nanti akan berbeda-beda menginterpretasikan aturan itu seperti apa. Tapi ada kemungkinan perusahaan asuransi memutuskan ini tidak berlaku karena tidak sesuai dengan aturan. Kemungkinan itu tetap ada tetapi saya tidak bisa bilang semua asuransi akan mengambil sikap yang sama. Jadi kalau ada yang memutuskan kalau terjadi perbedaan di antara asuransi, makanya asosiasi akan berperan. Asosiasi akan memutuskan terhadap kasus ini bagaimana," ucapnya.

Tentu saja peraturan dalam penegakannya bakal berkaitan dengan polis atau perjanjian asuransi dengan klien mereka. Mengingat polis standar kendaraan bermotor Indonesia (PSKBI) tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah.

"Semua pakai PSKBI. Sekiranya asosiasi mengecualikan hal tersebut, secara tegas akan disebutkan PSKBI itu. Nanti kebijakan masing-masing asuransi kalau mau mengikuti maka ikuti, kalau tidak ada pengecualian khusus."

Wanita energik ini menekankan pula bahwa perusahaan di tempatnya bernaung sekarang, bukan berarti anti mobil parkir di badan jalan. Mobil yang terkena insiden ini tetap akan dilindungi asuransi asalkan parkir atau menginap di tempat-tempat yang diperbolehkan.

"Jadi sebenarnya asuransi hingga saat ini mobil masih dibayar jika ada kerugian di pinggir jalan, kan ada parkir di badan jalan yang boleh atau tidak," tegasnya. "Kami hanya ingin meluruskan bahwa mengklaim bahwa pihak asuransi sontak tak membayar klaim jika kami mengikuti aturan ini, ya tidak seperti itu. Harus tetap mengikuti polis perjanjian yang ada."

Pemerintah Kota Jakarta akhir-akhir ini sedang menggalakan aturan terkait parkir inap di badan jalan. Persoalan ini sudah diatur melalui Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Lebih spesifiknya Pasal 140 Ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa setiap orang yang memiliki mobil wajib memiliki garasi, dan dilarang menyimpan mobil di ruang milik jalan.


(UDA)