Lalu Lintas

Hindari Tabrak Belakang, Jangan Berhenti di Bahu Jalan

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 08 Aug 2017 09:39 WIB
lalu lintas
Hindari Tabrak Belakang, Jangan Berhenti di Bahu Jalan
Penggunaan bahu jalan khusus untuk keadaan darurat saja. MTVN/ M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada dasarnya kendaraan tidak boleh berhenti di bahu jalan, kecuali dalam keadaan darurat. Hal ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15 tahun 2005, tentang penggunaan bahu jalan tol diatur. Antara lain digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat.

Selain itu tidak digunakan untuk menarik/menderek/mendorong kendaraan, tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan, tidak digunakan untuk mendahului kendaraan lain.

Menurut Humas Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, pengelola jalan tol hanya mengizinkan pemilik kendaraan melakukan perbaikan ringan yang bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 10-15 menit. Tujuannya untuk mengantisipasi kecelakaan (tabrak belakang) dari pengendara lainya.

Iwan yang kini bertugas di Jasa Marga Semarang, Jawa Tengah, menyarankan, jika perbaikan memakan waktu lebih dari 10 menit, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas derek gratis sampai pintu keluar tol terdekat, caranya bisa menghubungi call center 24 jam di nomor hotline 14080.

Berhenti di bahu jalan terlalu lama juga semakin berbahaya, mengingat kondisi jalan tol yang sedang banyak perbaikan sehingga bahu jalan dan fungsinya menjadi tidak jelas. Apalagi banyak ditemui pengemudi bus serta kendaraan pribadi menggunakan bahu jalan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Kondisi seperti ini sangat dituntut kesadaran masayarakat dan sudah saatnya memahami dan mengetahui fungsi bahu jalan tol. Meninggalkan kebiasaan lama harus segera dilakukan supaya tidak menimbulkan bahaya.


(UDA)