Transportasi Umum

2 Bus Double-Decker AKAP Diujicoba di H-2 Lebaran

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 23 Jun 2017 23:13 WIB
bus
2 Bus <i>Double-Decker</i> AKAP Diujicoba di H-2 Lebaran
Dua unit bus tingkat AKAP milik PO Putera Mulya.

Metrotvnews.com, Wonogiri: Dua hari menjelang Idul Fitri tahun ini, Putera Mulya Sejahtera melakukan ujicoba dua bus double decker. Pada puncak arus mudik lebaran ini dua unit bus baru tersebut masing-masing menjalani rute Bogor-Jakarta-Semarang-Kartosuro-Klaten dan sebaliknya.

“Kami menambah unit untuk melayani permintaan pelanggan yang menginginkan layanan bus yang berbeda dari bus-bus yang ada selama ini,” kata pimpinan PT. Putera Mulya Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/6/2017).

Langkah perusahaan otobus yang bermarkas di Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut menambah investasi senilai Rp 3 milyar berdasar makin banyak permintaan layanan bus antar kota yang inovatif dengan kenyamanan lebih. "Termasuk untuk rute ke Surabaya dan Sumatera,"  tambahnya.

baca juga: Senjakala Bus Antar Kota Antar Propinsi

Di tengah persaingan moda transportasi jarak jauh seperti sekarang, masih ada ceruk pasar yang bisa digarap perusahaan otobus. Kondisi ekonomi politik nasional yang stabil seperti sekarang serta rampungnya jaringan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, memunculkan segmen pasar baru. Yaitu kalangan menengah yang mau membayar lebih untuk kenyamanan perjalanan darat langsung dari dan ke kota-kota tidak terjangkau pesawat terbang bahkan kereta api.

Contohnya bus double-decker yang melayani rute Jakarta-Klaten PP.Tarif setiap kursi di dek atas yang berkapasitas 38 penumpang, adalah Rp 225 ribu. Sedangkan untuk dek bawah yang hanya ada enam kursi, tarifnya Rp 325 ribu per orang dengan tarif tuslah Rp 550 ribu.  

“Semua kursi dilengkapi sarana hiburan audio-video on demand, kursi bisa distel kemiringannya. Khusus di lantai bawah kursinya model cangkang yang ekslusif,” papar  pria yang akrab dipanggil Sani ini.



Bus ditopang chassis premium Scania K410IB/6x2*4 dengan konfigurasi tiga sumbu roda. Piranti canggih pemantau kinerja mesin dan bus C-200 Scania sudah tertanam di bus ini. Perilaku pengemudi, mulai perilaku menekan pedal gas dan rem, bagaimana menggunakan retarder (tuas pengatur deselarasi mesin) hingga jarak aman pengereman bisa terpantau.

Tampilan yang muncul pada layar dashboard menuntun pengemudi mengikuti karakter chassis bus yang berujung keselamatan dan kenyamanan penumpang. Perangkat keselamatan selain rem ABS,  Electronic Stability Program, Electronic Distribution Brake serta retarder (tuas pengendali deselerasi mesin) adalah fitur Hill Hold dan Down Hill yang memudahkan pengemudi mengendalikan bus di jalur tanjakan curam.

 


(LHE)