Regulasi Lalu Lintas

Tarif Tol Naik Lagi, Siap-Siap Biaya Perjalanan Ekstra

Ekawan Raharja    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:42 WIB
lalu lintasregulasi otomotif
Tarif Tol Naik Lagi, Siap-Siap Biaya Perjalanan Ekstra
Siap-siap kenaikan biaya perjalanan akibat tarif tol yang naik. MTVN/Ahmad Garuda

Jakarta: Jelang akhir 2017, PT Jasa Marga melakukan penyesuaian tarif tol. Tercatat perusahaan pelat merah tersebut akan melakukan revisi tarif di lima ruas jalan tol. Hal ini pastinya bakal berimbas ke biaya perjalanan harian, khususnya bagi mereka pengguna jalan tol sejati.

Namun bagi Anda yang sudah pasti masuk dalam kategori ini, jangan 'keburu gondok'. Mengingat ada beberapa hal yang menurut regulator tarif ini, bakal diperbaiki.

Perbaikan layanan tersebut bertujuan meningkatkan pemenuhan indikator Standard Pelayanan Minimum (SPM) yang meliputi: kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan. Serta kebersihan lingkungan maupun kelaikan tempat istirahat dan pelayanan (TIP).

Upaya-upaya pemenuhan SPM yang telah dilakukan oleh Jasa Marga di antaranya adalah implementasi 100 persen pembayaran tol non-tunai di seluruh ruas jalan tol. yaitu menggunakan uang elektronik yang diterbitkan oleh multi bank hingga melakukan integrasi sistem transaksi tol di beberapa ruas jalan tol.

Mereka juga mengupgrade sistem peralatan tol untuk mendukung pelayanan, penambahan lajur di beberapa jalan tol yang telah mencapai kapasitas maksimum, penambahan gardu tol, serta penambahan atau memperbaki sarana dan prasarana untuk layanan informasi dan kecepatan response time seperti Close Circuit Television (CCTV), Variable Message Sign (VMS), dan Remote Traffic Microwave System (RTMS).

Menurut keterangan resminya, ruas tol yang akan mengalami kenaikan adalah ruas Tol dalam kota, Surabaya-Gempol, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Palimanan-Kanci, dan Semarang. Kenaikan tarif ini akan mulai diterapkan pada 8 Desember 2017 pukul 00.00 waktu setempat.

Penyesuaian tarif di lima ruas tol ini tidak terlepas dari penyesuaian per dua tahun yang ditetapkan melalui Undang-Undang No. 38 tahun 2004 Pasal 48 ayat 3 tentang Jalan Tol.

Penyesuaian dan evaluasi tarif tol setiap dua tahun ini dilakukan berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi. Perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.


(UDA)