Lalu Lintas

Tak Cukup Saldo, Biang Kerok Kemacetan Gerbang Tol

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 23 Dec 2017 17:43 WIB
jasa marga
Tak Cukup Saldo, Biang Kerok Kemacetan Gerbang Tol
Saldo tak cukup, sering jadi biang kerok kemacetan di pintu tol. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Pemerintah melalui anak perusahaannya, PT Jasa Marga, memberlakukan transasksi non tunai untuk mengurangi antrean di pintu gerbang tol. Tapi nyatanya antrean dan kemacetan di gerbang-gerbang tol masih saja terjadi. Penyebabnya pun sangat sepele, yaitu saldo uang elektronik tak cukup.

Vice President Operations Management PT Jasa Marga, Raddy Lukman, menjelaskan kalau antrean di gerbang tol mayoritas disebabkan masyarakat tidak mengecek saldo di kartu uang elektronik yang mereka miliki. Sehingga ketika keluar gerbang tol, saldo mereka tidak mencukupi dan palang tidak terbuka.

"Secara relatif sudah 100 persen, sekitar 98,4 persen, sudah non tunai. 1 persen masih ada tunai karena kasus-kasus, khususnya di gerbang-gerbang yang terintergrasi dan mereka saldo. Pas mereka masuk, kita los saja. Namun pas keluar saldo kurang," beber Raddy Lukman, Sabtu (23/12/2017) di Kantor Pusat Jasa Marga, Taman Mini, Jakarta.

Jika terjadi error satu persen di jalan tol, bisa dibilang angka ini cukup besar. Raddy berujar untuk satu hari saja ada sekitar 3,5 juta kendaraan yang melintas di jalan tol milik Jasa Marga yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini berarti ada 35 ribu kendaraan yang mengalami saldo tidak cukup di jalan tol.

"Salah satu penyebab antrean panjang adalah kurang saldo tadi. Dia harus isi ulang dahulu atau pinjam ke belakang, dan efeknya terjadi ke saudara-saudara kita yang antre di belakang," tambahnya.

Salah satu pejabat perusahaan pelat merah itu memberi saran kepada pengguna jalan tol untuk memeriksa uang elektronik mereka sebelum berpergian. Bahkan dia menyarankan agar pengguna jalan tol menyiapkan saldo dengan tarif maksimal perjalanan untuk mencegah kekurangan saldo ketika keluar tol.

Selain itu Jasa Marga juga terus berusaha untuk memperbanyak titik-titik untuk pengisian saldo uang elektronik. Mulai dari ATM di rest area, kantor-kantor Jasa Marga di gerbang tol, dan beberapa gerbang tol yang melayani pengisian saldo.

"Masyarakat sekarang harus punya kebiasaan baru, kultur baru. Seperti kita mau masuk pesawat harus punya boarding pass, mau nonton di bioskop harus punya tiket, dan mau masuk tol harus punya uang elektronik."

"Kami melihat ini maish dalam masa transisi hingga akhir tahun ini. Kami berharap perlahan-lahan pengguna jalan ini harus punya (uang elektronik). Di sini kami juga meminta maaf jika ada keluhan misalkan antrean di depannya kurang dan akhirnya pinjam ke belakang," tutupnya.


(UDA)