Layanan Purna Jual

Stigma Biaya Perawatan Mahal, jadi PR Besar Mitsubishi

Ahmad Garuda    •    Jumat, 27 Apr 2018 06:42 WIB
mitsubishimobil baru
Stigma Biaya Perawatan Mahal, jadi PR Besar Mitsubishi
Stigma biaya perawatan mahal, masih jadi PR MItsubishi. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Biaya perawatan unit mobil jadi salah satu faktor terpenting dalam memilih mobil untuk keluarga. Apalagi bagi mereka yang baru ingin memiliki kendaraan. Jika biaya perawatan terbilang mahal, maka kemungkinan mobil tersebut takkan banyak jadi pilihan.

Hal inilah yang kemudian diakui oleh MItsubishi terjadi kepada mereka. Dari keterangan yang dituturkan Department Head, Strategy & Planning Department, Sales & Marketing Division PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Adam Rahman, bahwa ini jadi pekerjaan rumah terbesar mereka.

"Kalau secara logika, sebenarnya penawaran biaya perawatan lebih murah. Misalnya mengganti komponen tertentu yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan brand lain, saya pikir tidak juga. Dulu memang rekomendasi bengkel akan selalu mengganti satu paket komponen yang saling terhubung. Tapi dengan estimasi penggunaan lebih lama. Harganya memang lebih mahal, namun waktu pemakaiannya jadi lebih lama," ungkap Adam di sesi obrolan santai dengan Medcom.id di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara pada Kamis (26/4/2018).

Upaya menghilangkan stigma biaya perawatan mahal tersebut, terkhusus produk baru mereka yaitu Xpander, diberlakukan servis gratis dan penggantian beberapa komponen. Tentu komponen yang memang sudah masuk dalam program servis rutin atau berkala.

"Makanya kami berani mengatakan bahwa konsumen tinggal isi bensin saja dalam tiga tahun pertama kepemilikan Xpander. Kami sudah siapkan Smart Package untuk tiga tahun kepemilikan mobil. Dalam tiga tahun tersebut biaya perawatan, penggantian komponen tertentu sudah termasuk dalam biaya pembelian mobil. Kecuali untuk baterai atau aki, kami hanya kasih jaminan hingga 2 tahun atau 100 ribu kilometer saja."

Paket cermat ini pun sebenarnya diberlakukan bagi mereka konsumen Pajero Sport. Namun tetap ada biaya yang diberlakukan. Namun demikian, itu masih lebih hemat 35 persen tanpa mengikuti paket cermat itu.

Hal terakhir yang disampaikan Adam tentang layanan purna jual untuk menghilangkan stigma biaya perawatan mahal, adalah dengan memberlakukan pembelian komponen secara terpisah dalam satu bagian. Namun tetap akan ada rekomendasi yang diberikan oleh mekanik bengkel. Sehingga pemilik kendaraan bisa memilih langkah terbaik dan cocok di kantong mereka.


(UDA)