Industri Otomotif

Harga BBM Murah, Mobil Hybrid Tak Laku di AS

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 08 Sep 2016 08:51 WIB
toyota
Harga BBM Murah, Mobil Hybrid Tak Laku di AS
Prius generasi terbaru, tak banyak diminati. Greencarreport

Metrotvnews.com: Ketika hadir di pasar Amerika pada awal 1990-an, Toyota Prius langsung menggebrak dan menjadi idola. Mesin hybrid yang jadi sumber tenaganya benar-benar menjadi solusi bagi warga yang tercekik biaya konsumsi bahan bakar.

Akhir 2015, versi terbaru Prius yang konsumsi lebih irit dipernalkan. Di Jepang bahkan jadi salah satu yang terlaris saat ini. Tapi tidak demikian di AS. Penjualannya memble. Toyota tak berkutik melawan harga BBM di AS yang belakangan turun seiring jatuhnya harga minyak mentah dunia. 

Penjualannya runtuh hingga 26 persen sampai Agustus kemarin. Malah menurut salah satu dealer setempat, Prius semakin tak diminati.

"Tapi itu bukan salah mobilnya, pasar Prius pada beralih membeli light truck atau SUV. Ini gara-gara harga bahan bakar di bawah USD 3 per galon (4,4 liter)," papar pimpinan dealer Longo Toyota di El Monte, California, Brendan Harrington.

Hasil sebuah survey yang dilansir Wall Street Journal menyimpulkan saat ini masyarakat Amerika kembali menggemari SUV. Mobil hyrid atau elektrik ditukar dengan SUV. Bukan dengan mobil ramah lingkungan lainnya. 

Buruknya penjualan mobil hybrid dan listrik juga terjadi di Indonesia. Padahal konsumsi BBM yang super irit adalah salah satu pertimbangan utama calon pembeli di Indonesia. Terbukti dari larisnya LCGC bermesin kecil yang menawarkan efisiensi BBM.

Seharusnya mobil hybrid jadi incaran di sini. Tapi buktiknya mobil yang memiliki dua penggerak -mesin konvensional dan motor listrik- ini masih sangat langka di jalanan.

Berbeda dengan pasar AS, di Indonesia penyebabnya adalah harga jual mobil hybrid yang relatif tinggi, rata-rata lebih dari Rp 500 juta. Belum lagi pajaknya yang lumayan menguras dompet. 
 


(UDA)