Safety Driving

Sopir Truk juga Wajib Belajar Safety Driving

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 25 Oct 2017 16:16 WIB
safety driving
Sopir Truk juga Wajib Belajar <i>Safety Driving</i>
Hino Dutro Safety Driving Competition Surabya. MTVN/M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantu program pemerintah menurunkan angka kecelakaan di jalan raya yang tergolong masih tinggi, bukan hanya untuk kendaraan penumpang atau passenger car. Truk dan bus pun wajib hukumnya melakukan pelatihan aman berkendara seperti yang dilakukan Hino.

Berdasarkan data dari Korlantas Mabes Polri menyebutkan, di 2016 sebanyak 372 kecelakaan terjadi setiap harinya. Kecelakaan ini juga tak terlepas dari kecelakaan yang diakibatkan mobil berdimensi besar seperti truk dan bus.  

Tentu ini merupakan hal serius yang harus dipecahkan, dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, lembaga swadaya, swasta dan berbagai pihak lainnya.

Hal itulah yang memicu Hino giat menggelar pelatihan aman berkendara bagi sopir truk. Melalui Hino Dutro Safety Driving Competition, pabrikan asal Jepang itu kini sambangi Jakarta. Hino dan jaringannya melanjutkan program khusus untuk pengemudi truk. 

Tujuannya jelas untuk mengasah kemampuan berkendara mobil truk para sopir, dan mengurangi tingginya angka kecelakaan akibat kelalaian pengemudi mobil truk.  Melalui kegiatan safety driving ini, Hino ingin ada dampak positif kepada lingkungan sekitarnya tentang keselamatan berkendara di jalan raya.
 
Jakarta menjadi lokasi ketiga penyelenggaraan event ini setelah Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di Parkir Barat, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, (25/10/2017), diikuti 160 pengemudi dari customer Hino di seluruh wilayah Jabodetabek turut ambil bagian di event ini.

Para peserta yang terdiri dari pengemudi truk harus menjalani tes tertulis tentang keselamatan berkendara, seperti daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving, dan pemahaman tanda rambu-rambu lalu lintas. 

10 pengemudi yang lulus tes tertulis dengan hasil terbaik berhak melanjutkan tes praktek, melalui inspection test dan skill test. Di tes praktek sekaligus babak final, mereka diuji melakukan zig–zag forward dan backward serta reverse parking. 

Kasi Dikmas Lantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi, yang hadir di acara menerangkan, bahwa ada tiga standar keselamatan yang harus dipenuhi jika ingin aman dan selamat di jalan.

Pertama Siap Kendaraan, dalam pengertian kendaraan harus dalam kondisi layak jalan, kedua Siap Pengemudi dalam pengertian driver harus dalam kondisi sehat. Ketiga Siap Aturan, dalam pengertian pengemudi harus tahu rambu-rambu serta peraturan lalu lintas. 


(UDA)