Penjualan Mobil Nasional

Salah Kaprah 'SPK Bodong' Mitsubishi Xpander

Ahmad Garuda    •    Rabu, 18 Oct 2017 18:33 WIB
mitsubishi
Salah Kaprah 'SPK Bodong' Mitsubishi Xpander
Slaah kaprah tentang SPK Mitsubishi Xpander ditanggapi secara resmi Mitsubishi Motors. Dok MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribut-ribut soal surat pemesanan kendaraan (SPK) bodong Mitsubishi Xpander, beberapa hari lalu memang jadi salah kaprah massal. Mengingat pihak Mitsubishi juga sudah mengkonfirmasi bahwa hal itu tak benar adanya.

Namun bagian yang rancu adalah proses validasi 7.000 SPK dari total 23.000 unit yang masuk, 58 persen diklaim tidak valid. Itu adalah klaim awal berdasarkan kebocoran surat internal validasi SPK.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa MItsubishi meminta seluruh jaringannya membantu proses validasi pesanan Xpander yang masuk. Asumsi jumlah yang tidak valid dan belakangan dianggap sebagai SPK bodong ini, diambil dari 58 persen panggilan telepon dari 7.000 nama pemesan, tidak menjawab panggilan.

Pihak Mitsubishi juga sudah menjelaskan tentang survei tersebut. Yaitu tentang SPK (jadi atau tidaknya konsumen tersebut ambil mobil) yang sudah masuk, atau hanya survei biasa tentang data konsumen dan ketertarikannya terhadap mobil dan tak berpengaruh terhadap SPK.

Semua SPK Tetap Valid
Hari ini, Rabu (18/10/2017), Mitsubishi menegaskan secara resmi melalui surat elektroniknya bahwa semua SPK yang masuk adalah valid. Begini surat resmi pernyataan tentang SPK yang valid.

Menanggapi informasi mengenai 58% SPK Mitsubishi Xpander yang tidak valid, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan dari Mitsubishi Motors, memastikan bahwa seluruh SPK Mitsubishi Xpander yang telah terkumpul hingga hari ini merupakan data yang valid dan seluruhnya telah melakukan pembayaran Down Payment (DP) minimal Rp 5.000.000 sebagai tanda jadi pemesanan yang tercatat di SPK.


Survei yang Dibahasakan Validasi
Panyampaian informasi dari Mitsubishi yang diwakili Head of PR & CSR MMKSI, Intan Vidiasari yang membahasakan survei sebagai validasi, inilah yang menjadi biang salah kaprah. Survei yang dilakukan MMKSI dan jaringannya itu untuk mendapatkan data tambahan konsumen pemesan Xpander. Berikut surel klarifikasi yang membahas tentang survei yang dilakukan Mitsubishi Motors.

Kegiatan yang tengah dilakukan oleh PT MMKSI terhadap data pemesanan Xpander adalah kegiatan survei yang dilakukan oleh PT MMKSI untuk mendapatkan data demografi konsumen Mitsubishi Xpander, latar belakang pemesanan kendaraan, media komunikasi yang menjadi sumber informasi konsumen Mitsubishi Xpander. Kegiatan tersebut merupakan langkah yang dilakukan oleh PT MMKSI untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas layanan penjualan agar dapat memberikan layanan yang melebihi ekspektasi konsumen Indonesia.

Survei ini dilakukan MMKSI kepada para konsumen Mitsubishi Xpander sejak tanggal 15 Agustus 2017 lalu melalui nomor hotline Mitsubishi Motors Customer Care (0804-1-300-300). Dikarenakan rasio penerimaan telepon oleh konsumen dirasa rendah,  yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kondisi konsumen yang tidak memungkinkan menjawab telepon saat dihubungi (sedang di jalan, sedang melakukan aktivitas lain, dan lain sebagainya).

Bisa juga karena ketidaktahuan konsumen atas nomor yang digunakan oleh PT MMKSI. Sehingga konsumen enggan menjawab telepon, maka MMKSI meminta dealer untuk dapat lebih mensosialisasikan nomor Hotline tersebut, agar konsumen berkenan menerima telpon dan menjawab survei tersebut. Tentunya kegiatan survei ini tidak ada hubungannya dengan aktivitas pemesanan / SPK konsumen terhadap Mitsubishi Xpander, karena saat ini konsumen yang terdapat pada daftar SPK tengah menunggu proses pembelian dan delivery kendaraan lebih lanjut.


Pemenuhan Pesanan

Selain meluruskan tentang salah kaprah tersebut, Mitsubishi Motors juga memberikan tambahan informasi tentang pemenuhan pesanan yang telah masuk, bakal dilayani secara bertahap.

Selain meningkatkan kualitas layanan penjualan, pemenuhan pengiriman unit kepada konsumen Xpander merupakan fokus utama dari PT MMSKI saat ini. Pemenuhan unit tetap menggunakan skema first in first out untuk memastikan seluruh konsumen Xpander diperlakukan dengan adil dan mendapatkan unit sesuai dengan tanggal pemesanan.

"Fokus kami adalah pengiriman unit Xpander kepada konsumen sesuai jadwal dengan urutan pemesanan dengan sistem first in first out. Untuk mempercepat jadwal pengiriman unit kepada konsumen, kami telah mempercepat penerapan shift dua di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang memproduksi Xpander untuk meningkatkan produktivitas pabrik tersebut," ungkap Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Osamu Iwaba.




(UDA)