Tips Knowledge

3 Kesalahan Fatal Memilih Busi

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 27 Feb 2018 09:00 WIB
tips knowledge
3 Kesalahan Fatal Memilih Busi
Plih tipe busi sesuai peruntukannya agar performa mesin tetap terjaga. medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Kinerja sebuah mesin ditentukan oleh 3 hal besar. Yaitu campuran bahan bakar dan udara yang baik, kemudian kompresi mesin yang juga ideal, dan terakhir adalah produksi percikan api yang bagus. Perlu diketahui bahwa busi berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin.

Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano menjelaskan, kesalahan memilih busi atau miss aplikasi masih banyak terjadi di tingkat end user atau konsumen. Berikut tiga kesalahan fatal yang kerap dilakukan konsumen dalam memilih busi. 

Tipe non-resistor digunakan pada kendaraan injeksi
Menggunakan busi non-resistor pada kendaraan injeksi akan menimbulkan gangguan elektrik yang dapat menganggu penerimaan radio di mobil, pengoperasian handphone dan komunikasi radio dua-arah. Termasuk mengganggu perngoperasian ECU. Oelh karena itu, kendaraan yang sudah menggunakan sistem injeksi wajib menggunakan busi tipe Resistor.

Kesalahan dalam menentukan tingkat panas
Busi punya tipe panas dan tipe dingin. Busi tipe panas memiliki ujung insulator yang panjang, sedangkan busi tipe dingin memiliki ujung insulator pendek. Ada dua efek buruk apabila salah memilih tipe ini. Pertama, jika busi terlalu panas dapat menyebabkan endapan menumpuk pada ujung elektroda, sehingga bisa menyebabkan kebocoran listrik dan mengurangi percikan api. 

Kedua, jika terlalu dingin pengapian tidak normal atau disebut dengan pengapian dini. Hal itu menyebabkan melelahnya elektroda pada busi yan dapat menimbulkan gangguan seperti piston macet.

Kesalahan dalam pemilihan dimensi busi
Mesin tidak beroperasi dengan baik tanpa panjang ulir yang tepat. Pastikan busi memiliki ulir dan proyeksi yang tepat, agar tidak merusak piston atau valve dan mencegah elektroda meleleh karena panas berlebih.

"Pilihlah busi yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Jika tidak, maka akan timbul kerusakan pada engine," kata Diko di Jakarta, beberapa waktu lalu.


(UDA)