Klub dan Komunitas

Indonesian Logistics Community, Temu Kangen dan Jalin Bisnis

Ahmad Garuda    •    Kamis, 21 Sep 2017 12:06 WIB
klub mobil
Indonesian Logistics Community, Temu Kangen dan Jalin Bisnis
Meet & greet perdana ILC di Jakarta. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Biasanya komunitas otomotif menjalin hubungan atas dasar kesamaan kemauan untuk saling berbagi soal kendaraan yang mereka pakai. Tapi di Indonesian Logistics Community (ILC), tak sekadar berbagi informasi karena kesamaan visi, namun juga memperbaiki sistem distribusi dan menggerakkan siklus perekonomian bangsa.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Founder ILC, Teguh Siswanto saat menggelar kopi darat perdana ILC yang di bilangan Sunter, Jakarta Utara. Bahwa apa yang mereka bangun ini murni sebagai paguyuban dan digelar secara sederhana dan penuh dalam nuansa kekeluargaan.

"Jujur saja, komunitas ini bisa dibilang sangat baru. Kami juga kaget karena hingga saat konfirmasi kehadiran, jumlah member yang dipastikan hadir hanya sekitar 80 orang saja. Tapi malam ini ternyata lebih dari 200 orang yang datang. Dan kami merangkul semua kalangan yang peduli dengan dunia logistic. Apakah itu pelaku, pengamat logistik, pengusaha kecil, orang-orang dengan jabatan bawah hingga atas, semua bisa hadir di sini," klaim Teguh.

Ia juga mengungkapkan bahwa komunitas ini benar-benar mereka gunakan sebagai wadah pemersatu dan wadah berbagi informasi untuk memperbaiki sistem distribusi nasional. Karena banyak pihak yang belum tersentuh, sehingga sistem distribusi biasanya mandek.

"Banyak dari teman-teman pengusaha logistik yang hanya punya 1 atau 2 unit truk atau mobil angkut yang kesulitan mendapatkan order. Tapi dengan adanya informasi yang terbagi secara merata di sini, sistem distribusi jadi lebih baik. Makanya teman-teman semakin bersemangat."

Namun Teguh menegaskan bahwa bagi anggota ILC yang ingin membicarakan tentang bisnis yang terkait informasi tertentu, disarankan menggunakan jalur pribadi. Lantaran ILC hanya sebagai wadah saja, bukan untuk menggolkan bisnis yang ada.

Lantaran minatnya sangat besar, Teguh mengaku banyak mendapat permintaan agar kegiatan yang sama digelar juga di wilayah lain. Karena sudah banyak yang meminta.


(UDA)