Ini Program Perbaikan dari Pertamina Usai 'Disentil' YLKI

Ekawan Raharja    •    Rabu, 23 Nov 2016 15:30 WIB
pertamina
Ini Program Perbaikan dari Pertamina Usai 'Disentil' YLKI
Program QQCI milik Pertamina menjadi jawaban atas uji petik yang dilakukan oleh YLKI. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III mendapatkan teguran dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait jumlah takaran dan fasilitas. Agar kejadian tersebut tidak terulang, perusahaan pelat merah tersebut menerapkan program Quality Quantity Cleanliness Inspection (QQCI).

Program QQCI memastikan bahwa proses pelayanan SPBU di Pertamina sudah sesuai dengan prosedur dan memenuhi harapan konsumen. Program ini akan melengkapi standar pelayanan 'Pasti Pas' dan 'Pasti Prima' di setiap SPBU Pertamina.

“Setiap SPBU memang diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin setiap hari sesuai dengan prosedur yang berlaku. Bersamaan dengan itu, Pertamina juga punya program 'Pasti Pas' yang bertujuan untuk memastikan konsumen mendapatkan kualitas pelayanan terbaik di setiap outlet SPBU. Baik dari sisi kualitas produk dan pelayanan serta fasilitas pendukung,” tulis pernyataan resmi Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat, Yudi Nugraha, Rabu (23/11/2016).

Pertamina menjalankan program QQCI dengan bekerja sama dengan TUV Rheinland dan Sucofindo. Setiap hasil QQCI akan diintegrasikan secara simultan dengan program audit 'Pasti Pas' dengan tujuan semua SPBU Pertamina harus lolos sertifikasi.

Sebagai permulaan, program QQCI baru dilaksanakan di SPBU yang berada di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Program QQCI dimulai dengan melakukan inspeksi rutin ke SPBU Pertamina yang dipilih secara acak dari Senin hingga Jumat pada pukul 09.00--17.00 WIB.

Pemeriksaan dimulai dari takaran BBM dengan menggunakan alat ukur sekaligus menilai langsung kondisi nozzle. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terkait kondisi kebersihan dan kelayakan fasilitas pendukung, seperti musala, toilet, toserba, serta halaman SPBU.

“Kalau ditemukan ada yang tidak sesuai, tim Pertamina langsung sigap bertindak. Kami bekerja keras untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen,” tegas Yudi.

Para petugas QQCI juga melakukan wawancara langsung di lokasi ketika para konsumen selesai melakukan pengisian BBM atau menggunakan fasilitas yang ada di SPBU Pertamina. Hal ini dilakukan supaya konsumen dapat memberikan komentar soal kualitas pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh SPBU

Sebelumnya,  uji petik yang dilakukan oleh YLKI menemukan 2 dari 229 nozzle di 48 SPBU melebihi standar batas toleransi yakni ≤ ± 100 mililiter per 20 liter. Namun jika menggunakan batas standar Pertamina yakni ≤ ± 60 mililiter per 20 liter, ada 20 dari 229 nozzle di 48 SPBU sudah melebihi standar batas toleransi.


(HIL)