Industri Otomotif

Pendapatan Global Toyota Turun 20%

Ekawan Raharja    •    Jumat, 19 May 2017 19:00 WIB
toyota
Pendapatan Global Toyota Turun 20%
Akio Toyoda ucapkan perusahaannya dalam kondisi yang tidak baik. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jepang: Toyota tampaknya tidak bisa tersenyum setelah melihat performa mereka di periode fiskal 2016. Raksasa otomotif tersebut harus gigit jari lantaran pendapatan mereka turun hingga 20,8 persen dibandingkan periode fiskal 2015.

Menurut laporan Carscoops, pemasukan Toyota hanya sekitar USD16,1 miliar. Sedangkan keuntungan mereka turun 2,8 persen yakni USD242,2 miliar.

Pabrikan nomor satu di Jepang ini, juga memperkirakan tren negatif tersebut akan terus berlanjut di periode fiskal 2017. Mereka memperkirakan pendapatan mereka akan turun 18 persen dan keuntungan turun 2,8 persen.


Akio Toyoda. Carscoops

Performa ini tentu saja membuat Presiden Toyota, Akio Toyoda, angkat suara. Bahkan dia menilai perusahaan yang dipimpinnya dalam kondisi krisis.

"Saya merasakan ada krisis yang tentang kita sudah membuat eksekusi yang tepat dari sudut pandang konsumen di semua lini. Mulai dari pengembanga, produk, penjualan, dan administrasi," ungkapnya.

Toyoda menilai berkurangan pendapatan bersihnya karena industri otomotif sedang mengalami pergeseran terbesar dalam sejarah. Adanya pesaing baru, teknologi otonom, hingga mobil listrik yang digadang-gadang menjadi mobil masa depan.

Salah satu kesalahan langkah Toyota menghadapi isu mobil masa depan, adalah lebih mempercayai mobil berteknologi hidrogen ketimbang mobil listrik. Namun Toyoda lekas menyadarinya dan tahun lalu mengembangkan mobil berjenis bandwagon listrik.

Bahkan Toyoda langsung memimpin proyek mobil ramah lingkungan tersebut. Dia menginginkan mobil itu tampil spesial, tidak hanya sebagai komoditas jualan semata.

Pria asal Jepang ini juga percaya, perusahaan yang dipimpinnya bisa segera beradaptasi dengan kondisi industri otomotif global terkini. Bahkan dia yakin perusahaanya akan terus berkembang dan kembali mendominasi industri otomotif dunia.


(UDA)