Teknologi Otomotif

Mengenal Fitur Electronic Stability Program ala Bosch

Ahmad Garuda    •    Rabu, 16 Aug 2017 20:00 WIB
komponen otomotif
Mengenal Fitur Electronic Stability Program ala Bosch
Bosch edukasi teknologi keselamatan ESP. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, BSD City: Fitur electronic stability program (ESP), kini sudah menjadi jadi hal wajib hampir di semua kendaraan roda empat. Mengingat fitur ini sangat membantu dalam hal keselamatan berkendara. Lalu seperti apa cara kerja fitur yang punya fungsi besar dalam hal keselamatan di jalan raya itu?

Bosch menjelaskannya lebih spesifik melalui simulasi yang mereka hadirkan di ruang pamernya. Yaitu simulator mobil yang sedang melakukan kelincahan. Dalam simulator tersebut ditayangkan mobil yang dilengkapi dengan sistem ESP dan yang tidak dilengkapi dengan ESP.

Dari gambaran yang diperlihatkan melalui simulator tersebut, penggunaan teknologi stabilisator ini jadi sangat membantu. Membantu pengemudi untuk mengontrol mobilnya agar tetap berada di jalur yang diinginkan serta menghidarkan pengendara dari kecelakaan parah di jalan raya.

"Kami sangat senang bisa berbagi keamanan berkendara terhadap pengunjung pameran ini. Paling tidak kontribusi kami terhadap keselamatan berkendara, akan selalu jadi yang utama. Kali ini kami hadirkan simulator khusus agar konsumen bisa lebih mengerti pentingnya fitur ESP di kendaraan mereka," klaim Sales Manager Chassis System Control Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.

Namun khusus untuk sistem keselamatan berkendara untuk mobil ini, Bosch mengaku bahwa mereka hanya memamerkan teknologi yang mereka punyai. Mengingat teknologi ini tidak bisa dijual satuan kepada konsumen.

"Jadi ini khusus untuk versi business to business saja, kami hanya memperkenalkan manfaat teknologinya kepada masyarakat. Lantaran ini berkaitan dengan cara sebuah mereka mengaplikasikannya. Juga karena berkaitan dengan sistem komputerisasi yang cukup kompleks."

Sistem ESP yang mereka pamerkan kali ini punya empat komponen dasar. Yaitu modul ESP itu sendiri, kemudian yaw rate sensor, steering angle sensor dan terakhir wheel speed sensor. Keempatnya adalah komponen yang membentuk sistem ESP itu dalam sebuah kendaraan.

"Ini adalah komponen dasar, sehingga sistem ESP bisa bekerja dengan baik. Ini tidak bisa terpisah, karena memang sudah dirancang seperti itu. Tidak ada pembeda antara hardware mobil merek ini dan mobil merek itu. Hal yang berbeda hanya sistem setup di modul elektronisnya saja."


(UDA)