Test Drive

Calya Libas Tantangan Malang-Surabaya

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:42 WIB
toyota
Calya Libas Tantangan Malang-Surabaya
Priview test drive Toyota Calya Malang-Surabaya. TAM

Metrotvnews.com, Surabaya: Rangkaian sesi test drive 'Calya Wonderful Journey', yang digelar PT Toyota Astra Motor (TAM) di beberapa kota sejak Agustus lalu, mengakhiri perjalanannya dengan menempuh rute Malang-Surabaya. Sebagai gambaran awal, proses pengetesan ini, dibagi dengan grup 4 orang per mobil.

Tentunya dengan beberapa barang bawaan di bagasi. Jadi tidak menggunakan konfigurasi 7 penumpang, tapi mengambil bobot pertengahan. Tujuannya untuk mengetahui kelincahan dan kemampuannya bermanuver dengan jumlah penumpang seperti itu.

Pemilihan rute ini, karena Malang dan Surabaya merupakan kota yang menjadi salah satu target penjualan Toyota Calya. Selain itu jalur Malang-Surabaya yang memiliki karakter tanjakan dan turunan serta berliku di perkotaan bisa menjadi ajang pembuktian ketangguhan Toyota Calya kepada masyarakat.

Nyaman Tak Berkesan LCGC
Suasana pertama yang dirasakan saat menaiki mobil ini ternyata tidak seperti yang dibayangkan sebagai mobil LCGC. Desain dashboard yang agak mengotak dipadukan kelir warna hitam dan coklat, serta pengunaan kemudi milik Avanza, memberikan kesan mewah pada mobil ini. Ditambah sistem audio yang dilengkapi dual bluetooth, AUX, USB dan MP3 yang cukup menghibur dalam menempuh perjalanan.

Performa Masih Mumpuni
Beralih ke performa, di kesempatan ini kami berkesempatan menjajal dua tipe Toyota Calya sekaligus, yaitu tipe G manual dan G otomatis. Hari pertama kedatangan di Malang, kami menjajal mobil bertransmisi manual. Penggunaan mesin baru 3NR-FE 1.200 cc Dual VVT-i 4 silinder dirasa cukup responsif untuk jalan datar perkotaan. Namun untuk mendapatkan tenaga lebih, terutama untuk melahap tanjakan, diperlukan putaran mesin di atas 4.000 RPM.

Di hari kedua, kami menjajal Calya tipe G otomatis, rute Malang-Surabaya dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 101 kilometer dan memakan waktu sekitar 2 jam, dirasa cukup nyaman menggunakan tansmisi otomatis. Dengan kapasitas mesin 1.200 cc, penggunaan transimisi otomatis di Calya cukup lumayan, bahkan tanjakan dan turunan berhasil dilibas dengan baik.

Untuk konsumsi BBM, Calya dengan transmisi manual terbilang irit, dengan perbandingan BBM 1:19 km per 1 liter bahan bakar. Sedangkan untuk transmisi otomatis terlihat lebih boros, apalagi dengan gaya mengemudi yang agresif untuk melibas tanjakan dan digeber di jalan tol, dengan perbandingan BBM 1:13 km per 1 liter bbm.

Yang menjadi poin plus buat kami adalah pada bagian kaki-kaki, bantingan suspensi Calya jauh lebih nyaman dibanding Agya, bahkan Avanza. Karakter suspensinya tidak limbung dan cukup meredam getaran, ini kami rasakan ketika mobil yang ditumpangi empat orang sengaja melewati jalan keriting dan menghantam lubang baik yang kecil maupun besar, termasuk melibas polisi tidur.

Desain Kabin

Hal unik dan menarik perhatian di mobil ini adalah, rear air circulator (RAC) dan tuas rem tangan. Penggunaan RAC ini kami anggap menarik, karena dari segi efisiensi ternyata piranti ini sangat berfungsi membantu kabin mejadi lebih dingin saat AC dinyalakan. RAC adalah kipas angin yang prinsip kerjanya menghembuskan dingin dari AC depan, yang dihisap oleh kipas kemudian dialirkan ke bagian belakang.

Sementara, yang menjadi catatan kami adalah bentuk dan cara pemakaian rem tangan. Pegangan tuas rem tangan yang lebar dirasa tidak nyaman dan agak menyulitkan. Terutama ketika pertama kali menjajal mobil ini, terlebih bagi kaum wanita. Karena untuk membebaskan kunci rem tangan harus menekan tombol dan menarik tuas ke atas.

Toyota mengklaim, kalau mobil entry level-nya ini punya sejumlah kelebihan. Mesin 1.200 cc yang digendongnya, diklaim masih cukup responsif di putaran tengah ke atas. Kemudian desain bodi yang modern, fitur terlengkap di kelasnya, kabin yang luas dan lega, nyaman, hemat BBM, dan harga terjangkau.

Selain itu, pengaplikasian teknologi drive by wire di Calya juga diklaim meningkatkan efisiensi penggunaan komponen. Itu disebabkan karena tak lagi menggunakan komponen tradisional seperti pompa power steering, kolom setir, selang, minyak rem, booster dan master rem.

"Test drive ini kami adakan di beberapa kota yang menjadi tempat penjualan pertama di Indonesia, sekaligus memperkenalkan di daerah tersebut. Untuk wilayah Jawa Barat test drive mengambil rute Bandung-Garut, Jawa Tengah mengabil rute Semarang-Solo, dan terakhir Jawa Timur mengambil rute Malang-Surabaya," ucap PR Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat, di Surabaya, Selasa (20/9/2016).

Jika dibandingkan dengan Datsun Go+ Panca, tentu ada beberapa kelebihan yang membuat Calya pantas untuk dipilih. Tapi semua, kembali kepada pilihan dan selera.


(UDA)