Transportasi Nasional

Restorasi Damri Gen-3, Bakal Hiasi Jalanan Bandung

Roni Kurniawan    •    Rabu, 29 Nov 2017 07:29 WIB
transportasi
Restorasi Damri Gen-3, Bakal Hiasi Jalanan Bandung
Bus damri generasi ketiga bakal kembali hiasi jalanan Kota Bandung. MTVN/Roni Kurniawan

Bandung: Bus damri generasi ketiga akan kembali mewarnai Kota Bandung pada awal tahun 2018 mendatang. Bus yang diproduksi pada tahun 1988 silam akan menjadi salah satu transportasi wisata untuk mengelilingi Kota Bandung.

Bus damri dengan bentuk kotak itu menjadi transportasi primadona bagi masyarakat sejak 1988 hingga 2014. Pasalnya bus tersebut hadir di berbagai koridor atau rute di Kota Bandung dengan tarif yang sangat terjangkau pada masanya.

Menurut Manajer Teknik Damri Bandung Arief Effendi, terdapat dua bus model kotak yang telah direnovasi untuk bisa kembali mengelilingi Kota Bandung. Dua bus Damri klasik tersebut merupakan yang terlama melayani masyarakat yakni sekitar 20 tahun.

"Ini bus generasi ketiga yang dimiliki Damri dan paling lama beroperasi sejak 1988 hingga 2014 kemarin. Jadi akan kembali mengoperasikan bus ini tapi untuk kegiatan wisata," kata Arief saat ditemui di bengkel Perum Damri Bandung, Jalan Kebon Kawung, Selasa 28 November 2017.

Arief menuturkan, bus jenis Mercy OF 1113 tersebut merupakan bus paling keren pada jamannya. Nuansa putih berpolet biro pun tetap dipertahankan pada bus Damri tersebut guna menjaga identitas.

Pihak Damri pun tak banyak merubah kondisi bus itu, terutama pada bagian mesin yang masih orisinil. Perubahan hanya dilakukan pada bagian tempat duduk penumpang yang asalnya 48 menjadi 43 kursi.

"Kursinya di kurangin karena agar lebih lapang. Karena kalau utuh semuanya, cukup sempit juga. Jadi kita kurangi lima kursi biar leluasa," beber Arief.

Berdasarkan pantauan Metrotvnews, kondisi bus Damri tersebut memang tidak mengalami perubahan. Terutama pada bagian kaca besar yang menjadi salah satu ciri khas karena tidak adanya pendingin udara atau AC.

"Tidak akan dipasang AC, jadi seadanya saja begini. Kaca-kaca besar ini juga tidak kita rubah, karena dulu kan penumpang suka buka kacanya untuk masuknya udara," pungkasnya.


(UDA)