Regulasi Otomotif

Pemerintah Sadar, Potensi Pasar Sedan Cukup Besar

Ekawan Raharja    •    Rabu, 20 Sep 2017 10:23 WIB
regulasi otomotif
Pemerintah Sadar, Potensi Pasar Sedan Cukup Besar
Pemerintah ingin hapus PPnBM mobil sedan. Dok MTVN

Metrotvnews.com, Surabaya: Sejak dahulu hingga kini, harga sedan berbeda dengan mobil model lainnya. Jenis sedan terbilang memiliki nilai lebih mahal dibandingkan model lainnya, lantaran pajaknya pun dibedakan dan memang terlihat sangat mahal.

Hal ini dikarenakan pemerintah mengenakan Pajak Pertambagan Nilai Barang Mewah (PPnBM) cukup tinggi. Alhasil pajak yang dikenakan untuk sedan mencapai 125 persen, padahal untuk model lainnya hanya dikenakan pajak 50 persen.

Tetapi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melihat kini pemerintah sudah mulai menyadari pasar yang lebih besar untuk sedan. Pemerintah juga sudah berencana untuk menghilangkan PPnBM untuk sedan, sehingga besaran nilai pajaknya sama dengan model yang lainnya.

"Sekarang masih karena itu wewenang pemerintah. Kapan dihapuskan saya tidak tahu, itu wilayah pemerintah. Tetapi pemerintah sudah memahami itu harus kita dukung dengan baik supaya industri kita tumbuh," ucap Seketaris Jenderal GAIKINDO, Kukuh Kumara, di Layar Surabaya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, juga mengakui sudah memiliki rencana untuk menghilangkan PPnBM mobil sedan. Dia menilai sedan sekarang ini sudah bukan termasuk barang mewah. Airlangga mengatakan penyesuaian pajak tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kalau ini kita memproduksi sedan, potensi naiknya lebih tinggi lagi," ujar Airlangga Hartanto.

Kukuh memberikan gambaran bahwa sekarang ini tidak ada pabrikan otomotif di Indonesia yang memproduksi sedan. Padahal kapasitas produksi di Indonesia cukup tinggi, namun belum dimaksimalkan.

Jika sedan mulai diproduksi di Indonesia, nantinya kapasitas produksi di Indonesia bisa terkatrol. Sehingga Indonesia memiliki variasi produksi mobil yang lebih banyak, tidak melulu model multi purpose vehicle (MPV).

"Kalau itu bisa disamakan (pajak), bisa diturunkan, diharapkan pasar tumbuh. Kalau pasar tumbuh, orang akan buat sedan di sini. Kalau buat sedan di sini, kita bisa kirim ke tempat lain, sehingga variasi atau produk yang dibuat di Indonesia bisa lebih banyak," jelas Kukuh.


(UDA)