Speed Offroad

Jhony dan Dony Beringas di IXOR Seri-3

Ahmad Garuda    •    Selasa, 08 Aug 2017 07:23 WIB
balap mobil
Jhony dan Dony Beringas di IXOR Seri-3
Jhony dan Dony sukses kuasai kelas tertinggi di IXOR seri-3 BSD City. PL

Metrotvnews.com, BSD City: Pelaksanaan seri-3 Kejurnas Indonesia eXtreme Offroad Racing (IXOR) 2017 di Sirkuit Paramount Land  (5–6/8/2017) berlangsung seru dan menegangkan. Modifikasi trek yang dilakukan, ternyata justru menambah rasa penasaran 175 peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

“Untuk mengurangi kecepatan, rata-rata peserta yang sudah melewati 80 km/jam (batas aturan sesuai buku peraturan PP IMI) lebih untuk 1 SS nya, maka dilakukan beberapa penyesuaian lay out trek,” kata Wakil Ketua Umum Olahraga Mobil PP IMI yang juga jadi salah peserta di kelas FFA 8 Silinder Pro, Hariono SBM.

Panjang lintasan tetap 5,2 km. Penyegaran atau pun penyempurnaan trek memang perlu dilakukan supaya event tetap punya daya tarik dan memenuhi standar keamanan.

Menurut Eri Rinzani yang jadi komandan lapangan perubahan lay out yang baru, handicap yang ditambah berupa penambahan jumpingan dan modifikasi beberapa tikungan. “Sekarang trek kiri dan kanan berbeda karakternya jadi peserta harus jeli ketika survey lintasan dan bikin pacenote,” kata Eri Rinzani.

Bukan hanya membutuhkan teknologi terkini tapi sirkuit Paramount Land membutuhkan skill driver yang mumpuni. Apalagi trek yang baru ini memang memancing peserta untuk gaspol padahal seharusnya driver harus pandai membaca lintasan. Tidak semua lintasan bisa dilibas kencang. Terbukti banyak driver yang tak bisa menguasai kendaraannya dan bikin tunggangannya jebol.

Salah satunya H Atuy Faturrahman – peserta asal Batulicin Kalsel. “Saya mau mengejar posisi ketiga. Selisih 3 detik dengan peserta urutan ketiga makanya aku pol bawanya. Eh, bagian belakang mobil senggol berm (pembatas lintasan) akibatnya mobil jadi mental dan terguling beberapa kali. Tapi itu memang risiko balapan,” cerita Haji Atuy yang tercatat sebagai peserta FFA 8 Silinder Pro.

Meskipun Subhan Aksa tak ikut lagi pertarungan di kelas FFA 8 Silinder Pro tetap berlangsung sengit. Haji Sam – andalan Tim JRT terpaksa tidak bisa berbuat banyak mengingat tubular yang jadi andalannya masih mengalami masalah. Namun penampilan maksimal Jhoni Sahputra – putra kesayangan Haji Sam membuat perebutan gelar juara di kelas Best Over All jadi makin sengit.

Saudara sepupu Jhoni yaitu Dony Sahputra yang tergabung di tim BJM – CGRT Kalsel bikin peta pertarungan makin ketat. Biarpun tercatat masih sebagai pelajar SMP namun Dony mampu mengimbangi rival lainnya seperti Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, TB Adhi, Yusdar Umar, HM Rihan Varisa dan sebagainya.

Sebelumnya di hari pertama HM Rihan Varisa sempat memimpin klasemen baik di Grup G5 (FFA) maupun peringkat overall. Kendaraan modifikasi bermesin V8 LS3 stage 3 di seri sebelumnya tak pernah maksimal performanya, namun di seri 3 ini masalah sudah teratasi sehingga Haji Rihan pun mampu bersaing di kelas paling bergengsi. “Alhamdulilah mobil sudah tidak rewel lagi ECUnya,” senyum Haji Rihan.

Perlawanan sengit yang ditunjukan Dony membuat hasil akhir lomba pun berubah. Untuk Grup G5 Dony Sahputra akhirnya tampil jadi juara pertama. Sementara di babak Best Overall giliran Jhoni jadi yang terbaik. Di IXOR Seri 2 lalu di kategori Best Overall gelar juara Jhoni dicuri Subhan Aksa pereli nasional yang ikut tergoda mencicipi off road racing. Kedua remaja asal Batulicin Kalsel yang bakal jadi bintang masa depan dunia off-road Indonesia kembali menunjukkan performa yang tak bisa dipandang sebelah mata.


(UDA)