Penjualan Mobil

Volkswagen Bakal Stop Penjualan Mobil Diesel ke Amerika

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 16 Sep 2016 15:00 WIB
volkswagen
Volkswagen Bakal Stop Penjualan Mobil Diesel ke Amerika
Volkswagen berencana hentikan penjualan kendaraan diesel ke Amerika. Flipboard

Metrotvnews.com: Volkswagen AG berencana menghentikan penjualan kendaraan diesel-nya ke Amerika. Meski mereka diizinkan untuk membangun kembali mobil yang terkena skandal emisi diesel. Mengingat faktor kepercayaan konsumen di negara tersebut merosot tajam.

Pelarangan mobil Jerman dijual di Amerika sudah terjadi sejak akhir 2015. Ini terjadi setelah Volkswagen mengakui penggunaan perangkat kecurangan untuk menghindari standar emisi diesel Amerika.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Volkswagen Jeannine Ginivan mengatakan, bakal terus mengevaluasi mobil bermesin diesel untuk pasar Amerika. Tetapi perusahaan belum mengungkapkan keputusan tentang kelanjutan penjualan produknya.

"Kami sedang mengejar penjualan yang lebih masuk akal untuk pasar, seperti konsep powertrain baru mesin bertenaga listrik murni (kendaraan listrik) dan berbagai model hybrid. Konsep itu yang sedang digerakan ke garis depan, karena berkaitan dengan peraturan yang ketat ke depan, yang ikut menentukan," kata Ginivan.

The Wall Street Journal mengutip pernyataan kepala operasi VW Amerika Utara, Hinrich Woebcken yang mengatakan, bahwa VW memutuskan untuk mengakhiri semua penjualan mobil diesel Amerika.

Volkswagen, merupakan produsen mobil terbesar di dunia, yang pada penjualan semester pertama 2016 telah sepakat untuk menghabiskan dana sebesar USD10 miliar lebih (sekiter Rp140 triliun). Ini digunakan untuk membeli kembali 475.000 kendaraan diesel 2.0 liter atau memperbaikinya jika diizinkan. Secara total, VW telah sepakat untuk mengeluarkan USD16,5 miliar (sekitar Rp231 triliun) untuk mengatasi klaim dari pemerintah Amerika, pemilik, dealer dan regulator.

Sekarang perusahaan masih bernegosiasi dengan U.S. Environmental Protection Agency and the California Air Resources Board, guna mengatasi tuntutan dampak polusi kendaraan diesel, termasuk kesepakatan tentang bagaimana mengatasi 85.000 lebih SUV 3.0 liter.


(UDA)