Industri Otomotif

Terlibat Dugaan Kartel, BMW Tunda Kolaborasi dengan Daimler

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 27 Jul 2017 14:55 WIB
bmw
Terlibat Dugaan Kartel, BMW Tunda Kolaborasi dengan Daimler
Kasus skandal juga menyeret tiga brand mobil asal Jerman lainnya. Carscoops

Metrotvnews.com: BMW dan Daimler yang merupakan induk Mercedes-Benz adalah musuh bebuyutan. Keduanya saling serang dan bersaing dalam hal penjualan unit, serta pamer teknologi mobil-mobil premium mereka.

Tapi tak disangka, keduanya sedang merencanakan untuk berkolaborasi terkait sharing kendaraan untuk berkompetisi dengan Uber. Tapi kolaborasi itu harus tertunda karena BMW terlibat kasus dugaan kartel dengan sejumlah brand Jerman lainnya.

Ada pun kasus dugaan kartel ini melibatkan Mercedes-Benz, BMW, Volkswagen, Audi dan Porsche. Menurut surat kabar setempat, Sueddeutsche Zeitung, Daimler menunda hingga kasus ini selesai.

Terkait skandal, baik BMW maupun Daimler tak mau memberikan komentar, namun pihak Uni Eropa dan pihak regulator di Jerman mengkonfirmasi penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut.

Uni Eropa mendapatkan informasi dari salah satu mantan karyawan Volkswagen, bahwa ada lima pabrikan yang bekerjasama membuat software khusus yang mampu mengakali emisi mesin diesel.

Mereka membuat software ini mampu memanipulasi data emisi, ketika mobil sedang menjalani uji emisi. Sedangkan saat berkendara normal, emisi yang dihasilkan melebihi ambang batas.

Pembicaraan untuk membuat software ini sudah dilakukan sejak 1990-an. Sang sumber juga menyebutkan adanya rapat tertutup yang diikuti sekitar 200 orang dari lima merek mobil tersebut.


(UDA)