Teknologi Otomotif

MPV Penggerak RWD VS FWD Versi Rifat Sungkar

Ahmad Garuda    •    Jumat, 25 Aug 2017 10:25 WIB
teknologi otomotif
MPV Penggerak RWD VS FWD Versi Rifat Sungkar
Rifat Sungkar berbicara tentang penggerak roda depan Mitsubishi Xpander. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Peluncuran mobil low MPV terbaru milik Mitsubishi yaitu Xpander, memunculkan banyak pro dan kontra. Terutama dari sisi penggerak roda. Tapi hal ini dijawab langsung oleh Rifat Sungkar, pereli dan offroader nasional melalui keterangan resminya.

Ia menganggap sah-sah saja mobil MPV berpenggerak roda depan atau forward wheel drive (FWD). Bahkan menurutnya, bisa memberikan banyak manfaat ketimbang pakem MPV berpenggarak roda belakang atau rear wheel drive (RWD).

"Menurut saya, banyak kelebihan yang diberikan sistem penggerak roda depan untuk mobil berjenis MPV. Salah satu di antaranya adalah mobil ini tak lagi membutuhkan gardan di as roda belakang. Artinya spasi kabin benar-benar bisa dimaksimalkan. Karena tak ada lagi posisi gundukan untuk space gearbox dan gardan," klaim Rifat.

Namun pria yang sering menjuarai ajang balap 'garuk tanah' itu, menguraikan beberapa hal yang penting dipahami tentang penggerak roda depan.

Tenaga banyak dikorupsi pakai penggerak roda belakang

Mengurangi Potensi Bising
Pada dasarnya mobil berpenggerak roda belakang memerlukan sistem transmisi yang menggerakkan roda belakang dari putaran mesin yang ada di depan. Artinya ada beberapa komponen bergerak yang akan bekerja bersamaan dengan beroperasinya kendaraan tersebut.

"Ini menimbulkan potensi bunyi yang menyumbang potensi bising ke kabin mobil. Proses pertama adalah mengantar tenaga dari mesin ke sistem transmisi. Lalu sistem transmisi diantar lagi melalui propeller shaft lalu dari kemudian masuk ke gardan dan gardan menggerakkan roda. Ini semua menimbulkan potensi bunyil yang sangat besar."

Sementara untuk sistem penggerak roda depan, hanya membutuhkan proses yang singkat. Lantaran dari mesin ke transmisi lalu drive shaft menggerakkan roda depan.

Tenaga lebih ril sampai ke roda yang menggunakan penggerak roda depan

Tenaga Lebih Ril

Lantaran banyaknya komponen untuk menggerakkan roda yang dibutuhkan oleh mobil berpenggerak roda belakang, maka bisa dikatakan bakal banyak tenaga mesin yang hilang. Sementara tenaga yang tersalur dari mesin ke sistem penggerak roda depan, terbilang lebih ril. Karena tak melalui banyak komponen.

Selip di Tanjakan
Satu-satunya masalah yang dikeluhkan banyak orang untuk mobil berpenggerak roda depan untuk segmen low MPV adalah bagaimana jika berada di tanjakan dan kondisi penumpang penuh?

Rifat hanya menjawab dengan santai. Bahwa paradigma seperti ini tidak benar.  Tergantung dari bagaimana perilaku pengemudinya.


(UDA)