Industri Otomotif

Tren LCGC Rambah Segmen 7 Penumpang

Ekawan Raharja    •    Rabu, 16 Aug 2017 17:35 WIB
industri otomotifkerja bersama
Tren LCGC Rambah Segmen 7 Penumpang
Mobil LCGC kini perlahan menjadi salah satu segmen primadona di pasar otomotif tanah air. Doc MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar Harga dan Terjangkau (KBH2) atau lebih di kenal dengan segmen low cost green car (LCGC) terus berkembang sejak pertama kali diluncurkan pada 2013. Bahkan saat ini segmen tersebut sudah menjadi salah satu yang terbesar di pasar otomotif nasional.

Jika melihat data penjualan sepanjang 2016, LCGC berhasil terjual 235.180 unit. Segmen ini berhasil menjadi salah satu segmen terbesar dengan pangsa pasar sebesar 22,1 persen.

Kemudian melihat data di semester pertama 2017, LCGC sudah menyumbangkan 120.627 unit dari delapan model yang disediakan. Angka ini sudah meningkat menjadi 22,,5 persen pangsa pasar.

Pertumbuhan segmen LCGC di tengah kondisi pasar yang stagnan menjadi pertanda mobil-mobil LCGC diminati masyarakat. Kehadirannya yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Indonesia menjadi alasan utama mobil bermesin kecil ini laris bak kacang goreng.

PT Astra Daihatsu Motor mengirimkan mobilnya untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia. ANTARA Foto/Rivan Awal Lingga

"Kita lihat saja skema piramid, kita hadirkan kendaraan yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Di waktu itu daya beli masyarakat di kisaran Rp100 juta, dan kita hadirkan mobil yang sesuai dengan daya beli masyarakat," ucap Seketaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara, kepada Metrotvnews.com.

Segmen LCGC pun juga terus berkembang, baik dari segi model, teknologi, hingga kebutuhan pasar. Hal ini dilakukan seiring dengan permintaan dan kebutuhan pasar akan kendaraan.

"Nantinya seperti apa ke depannya LCGC nanti kita lihat kondisi pasar. Kita akan lihat bagaimana pasar permintaan pasar dan dari situ baru kita kembangkan," tukas pria yang gemar olahraga diving tersebut.

Daihatsu Sigra MI/Ramdani


Sebagai contoh, perkembangan model bisa dilihat dari desain dan juga kemampuan mobil-mobil LCGC. Jika awalnya LCGC hanya bisa mengangkut lima penumpang, namun kini sudah tersedia mobil dengan kapasitas tujuh penumpang seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra, atau Datsun Go+ Panca.

Kemudian sisi teknologi pun juga terus dilengkapi. Mulai dari fitur keamanan, kenyamanan, hingga keselamatan terus dikembangkan agar dapat menghasilkan mobil yang aman ketika dikendarai.

Sedangkan permintaan pasar, tentu pasar otomotif di Indonesia masih sangat luas. Tentu dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa, sedangkan pasar otomotif baru terserap satu juta unit, membuat peluangan untuk meningkatkan penjualan pun ada.


Booth Toyota di IIMS 2017. ANTARA FOTO/Zarqoni Maksum

"Sebagai perbandingan penyerapan mobil di Indonesia masih di angka 80 orang per 1.000 penduduk. Di Malaysia sudah mencapai 240 orang per 1.000 penduduk, dan Thailand sudah 400 orang per 1.000 penduduk. Padahal penduduk Indonesia sudah mencapai 250 juta jiwa, dan ini masih menjadi peluang," beber Kukuh.

Ketika disinggung mengenai harga mobil LCGC yang semakin meningkat, petinggi GAIKINDO ini menilai hal tersebut menilai masih tahap wajar. Beberapa komponen yang masih didatangkan secara impor tentu akan berpengaruh dengan inflasi. Sehingga kemungkinan harga komponen naik karena inflasi, dan berujung harga mobil pun meningkat.

Berbicara tentang masa depan tentu tidak ada seorang pun yang tahu. Tetapi sejak 2013 hingga kini, LCGC terus tumbuh berkembang dan menjadi salah satu segmen primadona masyarakat Indonesia.


(UDA)