Industri Otomotif

Harapan Tinggi Hyundai untuk Kona

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 15 Jun 2017 08:23 WIB
mobil listrikhyundai
Harapan Tinggi Hyundai untuk Kona
Wakil CEO Hyundai Motor Co, Chung Eui-sun ketika memperkenalkan Kona di Goyang, Korea. theinvestor/Ahn Sung-mi

Metrotvnews.com: Peluncuran resmi Kona menandai masuknya Hyundai ke segmen yang sedang memanas, compact SUV. Bahkan versi mesin listriknya sedang disiap masuk dalam waktu dekat. Ada harapan tinggi yang digantungkan oleh raksasa asal Korea Selatan ini kepada jagoan barunya.

Keputusan untuk terjun ke segmen yang tergolong baru bagi Hyundai ini tidak lepas dari melesetnya target penjualan selama tiga tahun berturut-turut di dalam negeri dan Tiongkok. Padahal, sebagaimana dikutip dari investing.com, selama ini pasar domestik dan Tiongkok merupakan tulang punggung penjualan global Hyundai.

Walau ada faktor ketegangan politik dua negara yang mempengaruhi anjloknya penjualan di Tiongkok, namun Hyundai tidak gelap mata ketika merancang Kona. Berdasar data IHS Automotive, performa penjulan global segment compact SUV merupakan yang terbaik. Pertumbuhan rata-rata tahunannya dari 2010 hingga 2016 tercatat sebesar 46 persen.

baca juga: Citroen Punya Compact SUV Baru

"Bahkan saat pasar fullsize SUV mendekati kejenuhan, kami percaya bahwa compact SUV masih mampu tumbuh," kata Wakil CEO Hyundai Motor Co, Chung Eui-sun dalam peluncuran Kona di Goyang, Korea, Selasa (13/6/2017).

Kona diharapkan sudah mendarat di Eropa dan AS masing-masing pada Agustus dan Desember mendatang. Target penjulan globalnya cukup ambisius, 200 ribu unit per tahun depan. Sementara di segmen ini sudah diisi antara lain oleh Nissan Juke, Renault Capture dan Toyota C-HR yang desainnya sangat menggoda.



Menekuni segmen compact SUV akan diikuti Kia. Rencananya pada Agustus nanti Kia akan meluncur Stonic yang dibekali mesin listrik untuk pasar Eropa, Tiongkok dan AS.

Target penjulan tahun ini konsorsium Hyundai-Kia dipatok naik lima persen dari 2016. Tetapi hingga Mei 2017 ternyata penjualan global anjlok tujuh persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Situasi tersebut terutama gara-gara melambatnya penjualan di Tiongkok dan Amerika Serikat.

"Rencana penjualan kami mengalami kemunduran, tapi kami akan menggunakan ini sebagai peluang untuk merombak produk kami," kata Chung.

Perombakan yang dimaksud anak tunggal CEO Hyundai Motor Group, Chung Mong-koo, tersebut di antaranya mempercepat realisasi kerjasama dengan Cisco, Baidu dan Uber. Bersama para pemain penting tekonologi informasi tersebut, Hyundai-Kia akan mengembangkan teknologi autonomous yang diyakini sebagai masa depan industri otomotif.

Di Indonesia pertarungan di segment compact SUV tidak sehingar-bingar low SUV. Pemainnya antara lain Honda H-RV, Chevrolet All New Trax, Ford EcoSport dan Nissan Juke yang lama tidak mendapat penyegaran model.
 


(LHE)